SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Kursi pimpinan DPRD Buleleng periode 2024-2029 dipastikan diisi oleh wajah-wajah baru. Tidak ada pimpinan lama yang akan duduk di kursi pimpinan.
Hal itu terungkap dalam Rapat Paripurna internal DPRD Buleleng, yang berlangsung di Ruang Gabungan Komisi Gedung Dewan Buleleng, pada Kamis (12/9/2024) pagi.
Dalam rapat itu, Ketua sementara DPRD Buleleng, Gede Supriatna mengumumkan nama-nama politisi yang akan duduk sebagai pimpinan definitif. Baik itu di kursi Ketua DPRD, maupun Wakil Ketua DPRD.
Politisi-politisi itu duduk di kursi pimpinan, setelah mendapatkan mandat dari partainya masing-masing.
Kursi Ketua DPRD Buleleng periode 2024-2029 akan diisi oleh politisi PDI Perjuangan, Ketut Ngurah Arya.
Pada periode 2019-2024, politisi yang akrab disapa Arya Bodo itu sempat duduk sebagai Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Buleleng. Di struktur partai, dia adalah Sekretaris DPC PDIP Buleleng.
Selanjutnya kursi Wakil Ketua I DPRD Buleleng diisi politisi dari Partai Golkar, I Nyoman Gede Wandira Adi.
Wandira sudah malang melintang sebagai politisi. Dia sudah beberapa kali duduk di kursi DPRD Buleleng.
Pada periode 2019-2024, dia adalah Ketua Fraksi Golkar DPRD Buleleng dan juga Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Buleleng.
Dalam Pemilu 2024, dia nyaris gagal lolos ke DPRD Buleleng. Namun pada akhirnya dia berhasil lolos lubang jarum dan kembali ke parlemen.
Selanjutnya kursi Wakil Ketua II DPRD Buleleng akan dihuni oleh Made Jayadi Asmara yang juga politisi Partai Nasional Demokrat (Nasdem).
Jayadi merupakan politisi asal Desa Mayong, Kecamatan Seririt. Sebelumnya dia tidak pernah memegang jabatan di DPRD Buleleng.
Pada periode 2024-2029, DPP Nasdem memberikan tugas kepada Jayadi untuk menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Buleleng.
Terakhir, kursi Wakil Ketua III DPRD Buleleng diisi oleh politisi dari Partai Gerindra, Kadek Widana alias Cawi.
Dia sudah lolos sebagai anggota DPRD Buleleng sejak periode 2014-2019. Dia sempat duduk sebagai Ketua Fraksi Gerindra DPRD Buleleng pada periode 2014-2019.
Pada periode 2019-2024, dia tidak menduduki jabatan apapun. Selanjutnya pada periode 2019-2024, dia dipercaya sebagai Wakil Ketua DPRD Buleleng.
Ketua sementara DPRD Buleleng, Gede Supriatna mengatakan, pemilihan pimpinan dewan sesuai dengan Peraturan DPRD Kabupaten Buleleng Nomor 1 Tahun 2018 tentang Tata Tertib DPRD serta surat keputusan induk partai masing-masing yang dikirim kepada Sekretariat DPRD Kabupaten Buleleng.
”Wajah-wajah baru yang memimpin DPRD Buleleng, mudah-mudahan membawa perubahan ke arah lebih baik. Terutama dari sisi kinerja dewan. Karena wajah baru, pasti semangat baru,” ujar Supriatna.
Menurutnya, pimpinan dewan memang diisi oleh partai-partai dengan perolehan suara terbesar pada Pemilu 2024 lalu.
Pada Pemilu 2024, PDIP meraih suara terbanyak dengan perolehan 184.383 suara. Disusul Golkar pada posisi kedua dengan perolehan 78.257 suara.
Selanjutnya ada Partai Nasdem di posisi ketiga dengan perolehan 45.929 suara, serta Partai Gerindra di posisi keempat dengan perolehan 45.400 suara.
“Sebenarnya PDIP, Nasdem, dan Gerindra sudah mengirimkan surat penunjukan pimpinan sejak bulan Agustus. Hanya Golkar yang baru mengirimkan hari Rabu, sehingga langsung kami lakukan paripurna,” demikian Supriatna. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya