Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tembok Senderan Rumah Jebol, Longsor Tutup Akses Jalan Sudaji–Bebetin

E
Penulis: Eka Prasetya❯
JEBOL: Kondisi senderan rumah di Desa Sudaji jebol sehingga menutup akses jalan dari Desa Sudaji menuju Desa Bebetin, (PID Kecamatan Sawan)
JEBOL: Kondisi senderan rumah di Desa Sudaji jebol sehingga menutup akses jalan dari Desa Sudaji menuju Desa Bebetin, (PID Kecamatan Sawan)

Advertisement

 

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Hujan yang mengguyur wilayah Buleleng memicu terjadinya tanah longsor di Banjar Dinas Kaje Kangin, Desa Sudaji, Kecamatan Sawan, Rabu (6/5/2026) pagi sekitar pukul 07.00 WITA. 

Peristiwa tersebut menyebabkan tembok senderan rumah milik Komang Suartama jebol dan material longsoran menutup akses jalan kabupaten menuju Desa Bebetin.

Advertisement

Berdasarkan hasil asesmen cepat BPBD Buleleng, kerusakan tergolong berat. Tembok pondasi sepanjang 12 meter dengan tinggi 4 meter dilaporkan roboh akibat resapan air yang tidak mampu ditahan struktur tanah.

Kepala Pelaksana BPBD Buleleng, I Gede Suyasa, menjelaskan bahwa kerusakan bermula dari retakan pada tembok senderan yang kemudian runtuh setelah diguyur hujan.

“Sesuai laporan yang kami terima, ada senderan rumah jebol. Awalnya di senderan itu ada retakan, kemudian jebol ke bawah. Memang juga kondisinya ada hujan,” ujarnya.

Advertisement

Akibat dari longsoran tersebut, akses jalan dari Desa Sudaji menuju Desa Bebetin, tak bisa dilalui kendaraan.

BPBD Buleleng telah turun ke lokasi untuk melakukan asesmen. Namun hingga sore hari, akses jalan tersebut masih belum bisa dilalui kendaraan.

Meski akses utama terganggu, Suyasa memastikan wilayah tidak sampai terisolasi karena masih tersedia jalur alternatif lainnya.

BPBD Buleleng saat ini terus berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Kawasan Permukiman (PU-Perkim) untuk mobilisasi alat berat, guna mempercepat proses pembersihan.

Advertisement
Editor : Eka Prasetya
Sumber : Radar Buleleng

Artikel Terkait

Belajar dari Gempa Seririt 1976, Desa Patemon Susun Perdes Penanggulangan Bencana

Belajar dari Gempa Seririt 1976, Desa Patemon Susun Perdes Penanggulangan Bencana

Desa Patemon, Buleleng, menyusun Perdes Penanggulangan Risiko Bencana dengan belajar dari gempa Seririt 1976. Sebanyak 56 relawan disiapkan lengkap dengan SOP, jalur evakuasi, dan titik kumpul warga.

Puncak Kemarau, Buleleng Jadi Salah Satu Daerah Paling Rawan Kebakaran Hutan dan Krisis Air

Puncak Kemarau, Buleleng Jadi Salah Satu Daerah Paling Rawan Kebakaran Hutan dan Krisis Air

Buleleng menghadapi ancaman karhutla dan krisis air di puncak kemarau. Gerokgak mencatat kebakaran 91,52 hektare, sementara Sinabun terdampak krisis air.

Perkuat Tim Reaksi Cepat Bencana, BPBD Buleleng Siapkan Respons Lebih Cepat dan Terpadu

Perkuat Tim Reaksi Cepat Bencana, BPBD Buleleng Siapkan Respons Lebih Cepat dan Terpadu

Pemkab Buleleng memperkuat Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana lintas sektor. BPBD menekankan kesiapsiagaan dan koordinasi cepat untuk meminimalkan dampak bencana.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer