Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Tampilkan Wayang Kulit, Dalang Muda Komang Wahya Saputra Memukau Penonton di Pekan Apresiasi Seni Buleleng

Eka Prasetya • Minggu, 14 Januari 2024 | 23:39 WIB

 

SENI TRADISI: Penampilan wayang kulit dari Komunitas Pedalangan Kercen Mas. Wayang itu dimainkan dalang muda Komang Wahya Saputra.
SENI TRADISI: Penampilan wayang kulit dari Komunitas Pedalangan Kercen Mas. Wayang itu dimainkan dalang muda Komang Wahya Saputra.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Suara gamelan menggema di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Bung Karno saat Komunitas Pedalangan Kercen Mas, tampil di Pekan Apresiasi Seni (PAS) Buleleng, pada Sabtu (13/1/2024) malam lalu.

Penampilan itu istimewa, karena wayang dimainkan oleh dalang muda Komang Wahya Saputra yang baru berusia 20 tahun,. Penampilannya pun memikat ratusan penonton yang memadati RTH Bung Karno.

Dalam penampilan pada Sabtu malam, Wahya menampilkan lakon Sayembara Dewa Indra. Lakon itu mengisahkan Dewa Indra mengadakan sayembara di tengah serangan Dewata Kwaca yang mengancam.

Wahya menuturkan, Komunitas Pedalangan Kercen Mas baru berdiri pada tahun 2021 lalu. Semula pemuda asal Banjar Dinas Kelod Kauh, Desa Tamblang itu mempelajari ilmu pedalangan dari SMKN 3 Sukawati alias Kokar Bali.

Aktivitas komunitas kian menggeliat saat mereka mendapat dukungan dalang I Wayan Nardayana – dalang yang kerap memainkan wayang Cenk Blonk.

Kendati dia disibukkan dengan pekerjaan sebagai barista, dia tetap menyempatkan waktu memainkan wayang-wayang koleksinya.

“Kemarin saya meminta jadwal pentas di PAS karena banyak permintaan dari masyarakat, dan saya merasa kangen setelah vakum karena bekerja di Denpasar,” ujar Wahya saat wawancara pada Minggu (14/1/2024).

Sebagai seorang dalang muda, dia memiliki visi untuk memberikan sentuhan inovatif pada pementasannya. Sehingga wayang tidak membosankan. Namun menjadi menarik bagi penonton dari berbagai kalangan.

“Supaya remaja dan pemuda yang cenderung kurang berminat dengan seni klasik juga bisa suka,” imbuhnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kebudayaan Buleleng, I Nyoman Wisandika menyatakan, PAS Buleleng memang didedikasikan mengakomodasi berbagai jenis kesenian. Bagi seni modern maupun seni tradisional.

"Kami membuka peluang sebesar-besarnya untuk berbagai jenis seni. Semakin banyak yang tampil, semakin baik dan beragamlah seni di Buleleng. Artinya, tujuan PAS untuk melestarikan seni budaya sudah menunjukkan hasil yang positif,” ungkap Wisandika. (*)

 

Dalang muda Komang Wahya Saputra memukau dengan Wayang Kulit modern di Pekan Apresiasi Seni Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#kebudayaan #wayang #wayang kulit #dalang #pekan apresiasi seni #dalang muda