Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Aklamasi, Metera Kembali Pimpin PHDI Buleleng

Francelino Junior • Jumat, 27 Februari 2026 | 07:30 WIB

AKLAMASI: I Gde Made Metera kembali terpilih sebagai Ketua PHDI Buleleng. Ia akan memimpin organisasi umat untuk periode 2026-2031.
AKLAMASI: I Gde Made Metera kembali terpilih sebagai Ketua PHDI Buleleng. Ia akan memimpin organisasi umat untuk periode 2026-2031.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id – I Gde Made Metera kembali dipercaya memimpin Parisada Hindu Dharma Indonesia Kabupaten Buleleng untuk periode 2026–2031. 

Mantan Rektor Universitas Panji Sakti (Unipas) tersebut terpilih secara aklamasi dalam Lokasabha IX yang digelar di Aula Unipas, Kamis (26/2/2026).

Ini ketiga kalinya Metera menahkodai organisasi keagamaan Hindu di Buleleng. Sebelumnya ia sempat ditunjuk sebagai pelaksana tugas, lalu terpilih sebagai ketua dfenitif dalam lokasabha VIII yang digelar pada 2021.

Dalam kepengurusan baru, ia didampingi I Nyoman Suardika sebagai Sekretaris dan I Made Lestariana sebagai Bendahara.

Metera menegaskan akan melanjutkan program lima tahun sebelumnya, sekaligus memperkuat dua fokus utama. Yakni pembinaan darmika (umat yang baru memeluk Hindu) dan pembinaan generasi muda.

Ia mengungkapkan, dalam lima tahun terakhir tercatat lebih dari 2.000 orang menjalani prosesi sudi wadani di Buleleng. Bahkan pada 2025 saja jumlahnya melampaui 400 orang. 

Namun menurutnya, setelah resmi menjadi umat Hindu, masih banyak yang membutuhkan pendalaman ajaran.

“Setelah sudi wadani, banyak yang masih minim pemahaman tentang susastra Hindu, tatwa, susila, maupun pelaksanaan upacara yadnya. Ini menjadi tanggung jawab kami untuk memberikan pembinaan berkelanjutan,” ujarnya.

Selain itu, PHDI Buleleng akan memberi perhatian serius pada pembinaan generasi muda. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah praktik perkawinan usia dini yang masih terjadi di sejumlah wilayah.

Metera menyebut, beberapa kasus muncul akibat pergaulan bebas hingga kehamilan di luar nikah yang berujung pada permohonan dispensasi pengadilan. 

Karena itu, pihaknya berencana bersinergi dengan Pemkab Buleleng, Kementerian Agama, serta Forum Lintas Agama untuk memperkuat edukasi pranikah.

Menurutnya, pembinaan tersebut bukan hanya untuk mencegah pernikahan dini, tetapi juga sebagai langkah preventif terhadap risiko kesehatan seperti stunting akibat kehamilan di usia yang belum matang.

“Ranah regulasi memang di pemerintah daerah, tetapi dari sisi agama kami berkewajiban memberikan pemahaman dan pembinaan moral kepada generasi muda agar memahami ajaran agama dengan benar,” tegasnya.

Sementara itu Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, berharap kepengurusan baru mampu mengayomi umat Hindu di Bali utara dengan meningkatkan pengabdian melalui dharmaning agama dan dharmaning negara.

Ia mengingatkan tantangan di era digital semakin kompleks. “Banyak anak muda aktif di media sosial. Pengurus harus hadir memberi solusi agar persoalan keumatan cepat tertangani,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia Bali, I Nyoman Kenak, meminta jajaran PHDI Buleleng lebih proaktif dalam pelayanan umat.

“Pengurus jangan hanya duduk di kantor. Harus jemput bola, turun langsung membina umat hingga ke pelosok,” katanya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#hindu #parisada hindu #Unipas #umat #pengadilan #Sudi wadani #pemkab buleleng #ajaran #yadnya #Universitas Panji Sakti #edukasi #rektor