SUKASADA, RadarBuleleng.id - Warga di Desa Pegadungan, Kecamatan Sukasada, Buleleng membuat sebuah video sebagai bentuk protes.
Warga membuat video tersebut karena kecewa dengan kondisi jalan yang mengalami kerusakan selama bertahun-tahun.
Masalah jalan rusak itu terjadi di Banjar Dinas Batudinding, Desa Pegadungan, Kecamatan Sukasada.
Jalan yang rusak itu merupakan penghubung antara Banjar Batudinding dengan Desa Pegayaman, Sukasada. Sekaligus menjadi jalur utama menuju Denpasar.
Dalam video protes tersebut, terlihat sosok Kelian Banjar Dinas Batudinding, Ketut Soma Redana Yasa yang bicara mewakili warga dan tokoh masyarakat. Sementara para tokoh tampak duduk pada jalan yang mengalami kerusakan.
Soma menyebutkan, kondisi jalan di wilayahnya mengalami kerusakan sejak tahun 2017 lalu. Jalan itu menjadi jalur arteri bagi warga Desa Pegadungan.
Kerusakan yang begitu parah mengakibatkan masyarakat terganggu. Baik itu dalam akses ekonomi maupun akses pendidikan.
“Kami dari perangkat desa, saya khususnya selaku Kadus Batudinding, sudah cukup lama mendapat keluhan dari masyarakat bahwasanya jalan ini tidak mendapat perbaikan,” katanya.
Lebih lanjut disebutkan, pihaknya sudah mengusulkan perbaikan kepada Dinas Pekerjaan Umum sejak tahun 2017 lalu, namun belum ada respon.
Pihaknya pernah mendapat angin segar bahwa perbaikan akan dilakukan pada tahun 2020. Namun gegara pandemi, anggaran dipangkas. Hasilnya hingga kini tidak ada kejelasan soal perbaikan jalan.
Resah dengan janji yang tak kunjung terealisasi, ia bersama warga akhirnya membuat video protes.
“maka dari itu, kami bersama kelompok masyarakat sepakat untuk melakukan sebuah kegiatan video melalui akun media sosial, biar Pemkab Buleleng cepat tanggap. Karena berbagai upaya sudah kami lalui, namun tidak mendapat respon ataupun jawaban,” ujarnya.
Bukan hanya kerusakan jalan, warga juga mengeluhkan soal kerusakan jembatan yang sangat vital bagi aktivitas warga. Hingga kini jembatan itu belum juga diperbaiki.
Warga sebenarnya sudah cukup lama bersabar. Warga juga sudah berkali-kali melakukan perbaikan secara swadaya.
Namun kini warga mulai bosan melakukan perbaikan secara swadaya. Sehingga mereka melakukan protes.
“Sebagai kadus saya malu kepada masyarakat karena terus saja di dalam setiap pertemuan masyarakat, kami dikira tidak bekerja. Ini sudah beberapa kali kami swadaya dengan masyarakat memperbaiki, tapi sampai sekarang juga belum ada perbaikan permanen,” ujarnya.
Dalam video tersebut juga diperlihatkan kerusakan jalan yang memang cukup parah, sehingga memerlukan perbaikan segera. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya