Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sekolah di Buleleng Diminta Petakan Siswa yang Berpotensi Drop Out

F
Penulis: Francelino Junior❯

 


Advertisement

Sekda Buleleng, Gede Suyasa meminta agar sekolah harus memetakan siswa yang berpotensi DO. Begitu juga dengan perbekel, yang harus perhatian dengan warganya yang bermasalah dalam pendidikan.
Sekda Buleleng, Gede Suyasa meminta agar sekolah harus memetakan siswa yang berpotensi DO. Begitu juga dengan perbekel, yang harus perhatian dengan warganya yang bermasalah dalam pendidikan.

Radarbuleleng.jawapos.com- Sekolah yang ada di Kabupaten Buleleng, utamanya tingkat sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP), diminta untuk memetakan siswa-siswanya yang berpotensi drop out (DO).

Ini dilakukan, setidaknya dapat mencegah terjadinya pelajar putus sekolah maupun keluar tanpa ijazah.

Advertisement

Hal ini ditegaskan Sekretaris Daerah (Sekda) Buleleng, Gede Suyasa yang mengatakan, meski masih potensi yang artinya belum tentu benar terjadi, namun data yang ada tidak boleh dianggap remeh.

Sebab Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng menyebut ada 182 siswa SMP yang terancam DO.

”Makanya seluruh sekolah harus deteksi siswa yang ada potensi tidak lanjut sekolah. Ini harus dilaporkan, begitu juga dengan faktornya,” ujar Suyasa pada Rabu (30/4).

Advertisement

Dijabarkannya, apabila faktor penyebabnya adalah kesulitan seragam sekolah, sudah ada solusi dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng lewat program seragam gratis dari bupati dan wakil bupati.

Kalau jarak sekolah yang jauh, maka disiapkan kendaraan untuk mengangkut pulang pergi, namun wajib berkumpul pada satu titik.

Namun, apabila faktornya adalah motivasi, maka hal ini tentu menjadi tantangan berat.

Maka dari itu, Pemkab Buleleng menggandeng Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Undiksha, agar dapat mendorong motivasi belajar siswa sehingga tinggi kembali.

”Orang tua perlu turut serta dalam penyelesaian persoalan pendidikan. Jangan malah anak disuruh bekerja dan diajak kemana-mana, jadi tidak sekolah. Kalau begitu bukan pendidikan lagi, tapi ekonomi keluarga,” tambah Sekda Suyasa.

Pemkab Buleleng juga meminta dukungan dari perbekel. Mereka diminta untuk memperhatikan anak-anak, apabila ada yang berpotensi DO di wilayah mereka.

APBDes pun dapat membantu penyelesaian kebutuhan dasar siswa, sebab sudah ada dalam juknis penyusunannya.

Semua persoalan pendidikan disebut ada solusinya. Kini tinggal menyiapkan dan menjalankan program, yang sekiranya sejalan dan dapat menjadi jawaban di Buleleng.***

Advertisement
Editor : Donny Tabelak
Sumber : Radar Buleleng

Artikel Terkait

Terpikat Keberhasilan Mall Pelayanan Publik, Pemkab Blitar Belajar ke Buleleng

Terpikat Keberhasilan Mall Pelayanan Publik, Pemkab Blitar Belajar ke Buleleng

Pemkab Blitar boyong jajaran Forkopimda lakukan studi tiru ke MPP Buleleng di Pasar Banyuasri yang sukses kelola 152 layanan publik terpadu.

Awas Jebakan Pinjol dan Investasi Bodong, Pemkab Buleleng Bersama OJK Genjot Literasi Keuangan

Awas Jebakan Pinjol dan Investasi Bodong, Pemkab Buleleng Bersama OJK Genjot Literasi Keuangan

Sekda Gede Suyasa buka sosialisasi literasi keuangan TPAKD Buleleng 2026. Ingatkan ASN agar waspada terhadap pinjol ilegal, judi online, dan investasi bodong.

Cegah Data Tak Sinkron, Pemkab Buleleng Matangkan Regulasi Satu Data

Cegah Data Tak Sinkron, Pemkab Buleleng Matangkan Regulasi Satu Data

Pemkab Buleleng matangkan rancangan Perbup Satu Data dan e-Walidata bersama BPS. Langkah strategis wujudkan pembangunan daerah yang akurat dan tepat sasaran.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer