Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

DPRD Buleleng Kritik Penataan di Jalan Diponegoro. Minta Pol PP Tertibkan Pedagang Kaki Lima

Eka Prasetya
Penulis: Eka Prasetya❯
CEK PASAR: Komisi III DPRD Buleleng saat melakukan sidak di kawasan Pasar Anyar Singaraja.
CEK PASAR: Komisi III DPRD Buleleng saat melakukan sidak di kawasan Pasar Anyar Singaraja.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - DPRD Buleleng mengkritik penataan di kawasan Jalan Diponegoro dan di sekitar Pasar Anyar Singaraja.


Advertisement

Dewan menilai ada pembiaran dalam proses penataan di kawasan tersebut. Sehingga pedagang kaki lima menjamur di sekitar pasar.

Hal itu terungkap saat DPRD Buleleng melakukan sidak ke kawasan Pasar Anyar Singaraja pada Rabu (16/7/2025). Dalam sidak itu, DPRD ingin melihat akar masalah penataan yang tak kunjung selesai.

Dalam sidak itu DPRD mendapati pedagang yang nekat berjualan di trotoar. Bahkan ada juga pedagang yang berjualan di areal parkir mobil.

Advertisement

“Semestinya itu kan ditertibkan. Ini mereka tetap jualan di trotoar, sedangkan pejalan kaki merasa tidak nyaman. Ini akan kami bahas dalam rapat dengar pendapat,” kata Ketua Komisi III DPRD Buleleng, Ketut Susila Umbara.

Dewan pun mencari tahu kenapa para pedagang nekat berjualan di sana. Diduga, ada pembiaran sehingga para pedagang tetap bisa berjualan di lokasi itu.

Uniknya lagi dalam sidak itu, DPRD Buleleng melihat langsung truk Pol PP Buleleng menepi dan menurunkan satu regu pasukan.

Advertisement

Namun saat Pol PP turun, para pedagang tidak bergeming. Mereka berjualan seperti biasa. Meski sudah tahu lokasi mereka berjualan melanggar aturan.

“Ini aneh juga. Logikanya kan ada Pol PP, pedagang ini lari. Tapi pedagang ini diam saja. Jadi seolah-olah Pol PP tidak ada wibawanya. Kami harap Pol PP juga tegas terkait hal ini,” demikian Susila Umbara. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Advertisement

Artikel Terkait

Inspektorat Audit Keuangan Desa Tamblang. Muncul Temuan Rp 500 Juta

Inspektorat Audit Keuangan Desa Tamblang. Muncul Temuan Rp 500 Juta

Inspektorat Buleleng audit pengeloaan keuangan Desa Tamblang 2022-2025. Ketua Komisi II DPRD sebut temuan Rp500 juta, Tipikor Polres mulai periksa saksi.

Bisa Panen 10 Ton di Lahan Kering, DPRD Minta Padi Bridantara Dikembangkan di Buleleng

Bisa Panen 10 Ton di Lahan Kering, DPRD Minta Padi Bridantara Dikembangkan di Buleleng

Padi varietas unggul Bridantara 8 terbukti panen 10,5 ton/ha di lahan kering Gerokgak. Ketua DPRD Buleleng dorong penanaman meluas di Bali utara.

Perkuat Kemitraan dengan Pers, DPRD Buleleng Dorong Komunikasi Publik Transparan dan Responsif

Perkuat Kemitraan dengan Pers, DPRD Buleleng Dorong Komunikasi Publik Transparan dan Responsif

DPRD Buleleng perkuat kemitraan dengan media massa guna tingkatkan kualitas komunikasi publik, keterbukaan informasi, dan layanan digital di Bali utara.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer