Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tingkat Literasi Masih Jadi PR, Sekda Buleleng Minta Optimalkan Perpustakaan Sekolah

E
Penulis: Eka Prasetya❯

 

LITERASI: Suasana perpustakaan keliling dari Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah.
LITERASI: Suasana perpustakaan keliling dari Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Tingkat literasi di Buleleng dinilai masih menjadi pekerjaan rumah, karena tingkat literasi belum berkembang signifikan.


Advertisement

Pemerintah pun meminta agar sekolah-sekolah mengoptimalkan peran perpustakaan sekolah. Sehingga tingkat literasi dapat meningkat dalam beberapa tahun mendatang.

Hal tersebut terungkap dalam Pengukuhan Bunda Literasi dan Duta Baca Kabupaten Buleleng, di Hotel Banyualit Lovina, Kamis (25/4/2024). Pengukuhan tersebut dihadiri Sekda Buleleng, Gede Suyasa.

Dalam acara tersebut terungkap bila angka literasi di Buleleng sudah meningkat. Tadinya angka literasi di Buleleng pada tahun 2022 sebanyak 46,21 persen, kemudian meningkat menjadi 70,52 persen pada 2023.

Advertisement

Meski angka tersebut telah meningkat, Sekda Buleleng Gede Suyasa menilai angka tersebut belum memuaskan.

Menurut Suyasa harus ada strategi untuk meningkatkan angka literasi di Buleleng dalam beberapa tahun kedepan.

Suyasa mengungkapkan perpustakaan punya peran penting meningkatkan angka literasi. terutama perpustakaan di sekolah-sekolah.

Advertisement

Selama ini perpustakaan sudah memiliki koleksi buku. Hanya saja koleksi buku itu perlu diperbarui sehingga relevan dengan kegemaran siswa. Sehingga siswa juga tertarik ke perpustakaan.

“Hampir semua sekolah juga sekarang sudah memiliki perpustakaan. Ini harus dilakukan monitoring, apakah anak-anak sudah masuk ke dunia literasi, atau hanya datang ke perpustakaan tapi tidak baca buku,” ujar Suyasa.

Menurut Suyasa literasi punya peran penting dalam kecerdasan dan pemahaman masyarakat. Dengan literasi yang baik maka masyarakat tidak mudah termakan dengan berita bohong.

Apabila literasi sudah baik, maka masyarakat juga dapat memilah informasi yang bermanfaat dan informasi yang tidak relevan.

“Cara yang paling baik dan strategis untuk melawan arus globalisasi ini adalah dengan mempercepat gerakan literasi dengan melengkapi sarana prasarana perpustakaan,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (DAPD) Buleleng, Made Era Oktarini mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai kegiatan. Salah satunya pelatihan penulisan.

Lewat pelatihan penulisan diharapkan dapat memotivasi dan menginspirasi Masyarakat sehingga pada akhirnya mampu meningkatkan minat baca masyarakat. 

Era juga mengatakan pihaknya secara rutin datang ke sekolah dan desa-desa untuk melakukan pembinaan pengelolaan literasi. Harapannya hal tersebut dapat mendorong minat baca dan menulis siswa. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Advertisement

Artikel Terkait

Lagi Asyik Buat Konten di Lovina, WNA Asal Taiwan Nyaris jadi Korban Pelecehan Lansia

Lagi Asyik Buat Konten di Lovina, WNA Asal Taiwan Nyaris jadi Korban Pelecehan Lansia

WNA Taiwan viral setelah mengaku diganggu pria 68 tahun saat membuat konten OOTD di Lovina. Polres Buleleng turun tangan dan berkoordinasi dengan Taiwan.

Lovina Festival 2026 Ditutup. Sedot 30 Ribu Pengunjung dan Putar Transaksi UMKM Ratusan Juta

Lovina Festival 2026 Ditutup. Sedot 30 Ribu Pengunjung dan Putar Transaksi UMKM Ratusan Juta

Lovina Festival 2026 ditutup dengan capaian positif. Selama lima hari, festival ini menarik 30 ribu pengunjung dan mencatat transaksi UMKM mencapai Rp 746,7 juta. Pemkab Buleleng kini menyiapkan evaluasi berbasis data.

DPRD Buleleng Apresiasi Lovina Festival 2026, Dinilai Makin Tertata dan Dongkrak Ekonomi UMKM

DPRD Buleleng Apresiasi Lovina Festival 2026, Dinilai Makin Tertata dan Dongkrak Ekonomi UMKM

DPRD Buleleng mengapresiasi penyelenggaraan Lovina Festival 2026 yang dinilai semakin tertata. Festival yang masuk KEN ini diharapkan mampu mendongkrak kunjungan wisatawan, UMKM, dan ekonomi daerah.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer