Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dewan Pendidikan Buleleng Godok Singaraja Jadi Kota Pendidikan

F
Penulis: Francelino Junior❯
Dewan Pendidikan Buleleng terus menggodok kajian Singaraja dijadikan Kota Pendidikan.
Dewan Pendidikan Buleleng terus menggodok kajian Singaraja dijadikan Kota Pendidikan.

SINGARAJA, radarbuleleng.id- Dewan Pendidikan Kabupaten Buleleng terus menggodok kajian dalam rangka mewujudkan Kota Singaraja sebagai Kota Pendidikan.


Advertisement

Kajian-kajian untuk mendukung terwujudnya Kota Pendidikan, dilakukan bekerjasama dengan Menjangan Institute dan Madani Bali Utara.

Kajian-kajian Singaraja menjadi Kota Pendidikan dipaparkan dalam diskusi publik dengan tema Mewujudkan Singaraja sebagai Kota Pendidikan, yang berlangsung  pada Jumat (25/10) pagi di Gedung Laksmi Graha.

Acara ini dihadiri langsung oleh guru, kepala sekolah, hingga korwil di Buleleng.

Advertisement

Mereka yang memaparkan kajiannya adalah  Dr. I Made Sedana, M.Pd., selaku Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Buleleng, Dr. I Putu Eka Wilantara, M.Pd., sebagai Ketua PGRI Buleleng, dan Dr. I.M.Bagus Andi Purnomo, M.Pd., dari Menjangan Institute.

Secara de facto, kata Ketua Dewan Pendidikan Buleleng, Made Sedana, sudah menjadi Kota Pendidikan.

Buktinya, ada sejumlah perguruan tinggi negeri maupun swasta yang siap mencerdaskan generasi muda di Bali Utara.

Advertisement

Selain dengan adanya sekolah berbagai jenjang, mulai dari SD, SMP dan SMA/SMK di Kota Singaraja, yang menurutnya sudah sangat memadai, jika dilihat dari sisi kuantitas maupun kualitas. Serta sarana dan prasarana yang kian memadai.

Hanya saja secara de jure, Singaraja memang membutuhkan pengakuan baik dari sisi regulasi maupun peraturan daerah, sehingga sah secara hukum sebagai Kota Pendidikan.

Kata Sedana, wacana menjadikan Singaraja sebagai Kota Pendidikan sudah ada sejak lama, hanya saja perlu tindak lanjut dan langkah serius saja.

”Ini harus dipersiapkan dan membutuhkan dukungan stakeholder, seperti guru, anggota dewan, Disdikpora dan masyarakat Buleleng. Tim Brida juga sudah mengkaji ini. Tidak lanjutnya adalah  DPRD Buleleng harus mengawal usulan ini agar bisa diwujudkan,” kata Sedana.

Hal senada juga diungkapkan Ketua PGRI Buleleng, Putu Eka Wilantara. Sebab, wacana ini jangan sampai dijadikan bahan kampanye saja, melainkan perlu juga aksi nyata yang berkelanjutan. Katanya, harus ada political will.

Menurut Eka Wilantara, pemangku kebijakan harus merawat usulan Singaraja sebagai Kota Pendidikan yang tumbuh dari masyarakat.

Karena, dengan tumbuhnya iklim akademik, maka berdampak pada menurunnya angka kekerasan dan kriminalitas turun, serta meningkatnya interaksi yang semakin heterogen. Di lain hal, ekonomi Buleleng pun semakin bertumbuh.

PGRI Buleleng sebagai organisasi profesi, terus berupaya agar ada peningkatan kompetensi berkesinambungan, perlindungan hukum pada guru. Tujuannya agar TPP juga semakin meningkat.

”Kost tumbuh, properti tumbuh, percetakan, kuliner, pusat perbelanjaan, rekreasi juga tumbuh. PGRI pasti berjuang agar Singaraja jadi Kota Pendidikan dan indeks kebahagiaan guru rendah. Kalau kabupaten lain bisa, kenapa di sini tidak?” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Disdikpora Buleleng, Ida Bagus Surya Barata menegaskan, untuk mewujudkan Singaraja sebagai Kota Pendidikan memang membutuhkan dukungan dari seluruh pihak. Bersinergi dengan seluruh stakeholder pun sangat penting.

”Kualitas, sarana dan prasarana, indek pembangunan manusia terus menjadi perhatian dalam mempersiapkan generasi yang berkualitas. Termasuk perda yang memayungi Singaraja sebagai Kota Pendidikan jangan sampai tumpang tindih,” tegasnya.

Disisi lain, Sekretaris Komisi IV DPRD Buleleng, Nyoman Dhukajaya mengatakan Singaraja sejatinya sudah diakui masyarakat Bali sebagai Kota Pendidikan. Hal ini terbukti dengan banyaknya perguruan tinggi di wilayah Singaraja.

Dhukajaya menyebut pihaknya yang duduk di Komisi IV yang membidangi Pendidikan dan Kesehatan, akan mengawal usulan masyarakat dan akademisi agar Singaraja benar-benar layak disebut sebagai Kota Pendidikan.

“Kami pasti kawal, apalagi usulan dari bawah. Harus dikawal dan bersama-sama untuk mewujudkannya,” ujarnya singkat. (adv)***

Advertisement
Editor : Donny Tabelak
Sumber : Radar Buleleng

Artikel Terkait

Sucikan Titik Nol Singaraja, Pemkab Buleleng Gelar Melaspas hingga Pedudusan Agung

Sucikan Titik Nol Singaraja, Pemkab Buleleng Gelar Melaspas hingga Pedudusan Agung

Kawasan Titik Nol Kota Singaraja diresmikan pada Rabu (29/7/2026). Sebelum dibuka untuk publik, digelar rangkaian upacara Melaspas, Ngenteg Linggih, hingga Pedudusan Agung dan kawasan disterilkan.

Titik Nol Singaraja Jadi Spot Nongkrong Baru, Ramai Diburu Pemburu Senja dan Konten Media Sosial

Titik Nol Singaraja Jadi Spot Nongkrong Baru, Ramai Diburu Pemburu Senja dan Konten Media Sosial

Kawasan Titik Nol Singaraja mulai ramai dikunjungi meski proyek belum rampung. Spot baru berburu senja dan konten media sosial ini digadang menjadi ikon heritage Kota Singaraja.

Inspektorat Audit Keuangan Desa Tamblang. Muncul Temuan Rp 500 Juta

Inspektorat Audit Keuangan Desa Tamblang. Muncul Temuan Rp 500 Juta

Inspektorat Buleleng audit pengeloaan keuangan Desa Tamblang 2022-2025. Ketua Komisi II DPRD sebut temuan Rp500 juta, Tipikor Polres mulai periksa saksi.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer