Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Longsor di Desa Bontihing dan Lemukih, Masyarakat Buleleng Diminta Waspada Bencana

F
Penulis: Francelino Junior❯
Kejadian longsor yang terjadi di Desa Bontihing dan Lemukih pada Minggu (15/12), yang sempat membuat akses jalan tertutup.
Kejadian longsor yang terjadi di Desa Bontihing dan Lemukih pada Minggu (15/12), yang sempat membuat akses jalan tertutup.

SINGARAJA, radarbuleleng.id- Pasca kejadian longsor yang terjadi di Desa Bontihing, Kecamatan Kubutambahan dan Desa Lemukih, Kecamatan Sawan di Kabupaten Buleleng, masyarakat diminta untuk mewaspadai ancaman bencana ketika bepergian.


Advertisement

Hal ini ditegaskan Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buleleng, Putu Ariadi Pribadi.

Untuk diketahui, pada Minggu lalu (15/12) terjadi longsor hingga menutup akses jalan seperti di jalur penghubung Desa Bontihing-Desa Tamblang.

Bahkan di Desa Lemukih, longsor yang terjadi layaknya likuefaksi atau pencairan tanah.

Advertisement

Meski begitu, kejadian tersebut tidak sampai memakan kerugian, namun sempat membuat akses jalan menjadi terhambat. 

”Sudah dikerjakan kemarin secara gotong royong bersama Dinas PUTR Buleleng, BPBD Buleleng, dan masyarakat. Yang di Desa Lemukih tidak ada laporan dari perbekel, namun sudah ditangani semuanya oleh petugas,” ujar Ariadi Pribadi dikonfirmasi pada Senin (16/12) sore.

Ariadi menambahkan, mengacu pada Dokumen Kajian Risiko Bencana Kabupaten Buleleng Tahun 2022-2026 yang disusun BPBD Buleleng, kemudian sudah menjadi Peraturan Bupati Buleleng Nomor 59 Tahun 2022 tentang Kajian Risiko Bencana Tahun 2022-2026, ada sejumlah wilayah yang memang menjadi titik rawan longsor.

Advertisement

Kecamatan Gerokgak menjadi wilayah dengan potensi bahaya paling tinggi apabila terjadi tanah longsor.

Kemudian yang masuk potensi sedang yakni Kecamatan Banjar, Busungbiu, Kubutambahan, Sawan, Seririt, Sukasada, dan Tejakula. Lalu yang potensi rendah ada di Kecamatan Buleleng.

Namun berbicara mengenai risiko, maka ada 2 kecamatan yang berisiko tinggi yaitu Kecamatan Gerokgak dan Sukasada.

Sementara yang risiko sedang di Kecamatan Banjar, Busungbiu, Kubutambahan, Sawan, Seririt, dan Tejakula. Untuk risiko rendah ada di Kecamatan Buleleng.

”Memang ada beberapa titik yang berpotensi longsor, tapi belum tentu juga kejadian. Kalau Desa Bontihing dan Lemukih itu masuk dalam zona longsor. Karena curah hujan tinggi, dan posisi wilayah yang tanah berbukit,” lanjut Kalaksa BPBD Buleleng itu.

Pihaknya berharap dan meminta kepada masyarakat Buleleng maupun dari luar, agar memperhatikan kondisi cuaca dan waspada dengan bencana hidrometeorologi, dengan melakukan monitoring melalui prakiraan cuaca yang dikeluarkan BMKG.***

Advertisement
Editor : Donny Tabelak
Sumber : Radar Buleleng

Artikel Terkait

Tembok Senderan Rumah Jebol, Longsor Tutup Akses Jalan Sudaji–Bebetin

Tembok Senderan Rumah Jebol, Longsor Tutup Akses Jalan Sudaji–Bebetin

Longsor di Sudaji Buleleng jebolkan tembok rumah dan tutup akses ke Bebetin, BPBD siapkan alat berat untuk penanganan.

Antisipasi Banjir Buleleng, Pembongkaran Drainase dan Pembuatan Sodetan Dikebut

Antisipasi Banjir Buleleng, Pembongkaran Drainase dan Pembuatan Sodetan Dikebut

Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra siapkan langkah antisipasi banjir di Singaraja dan Pancasari jelang musim hujan, termasuk bongkar drainase menyempit.

Penataan Jalan Tasbih: Pedagang Kaki Lima Bakal Ditertibkan. Wajib Taat Peraturan Daerah

Penataan Jalan Tasbih: Pedagang Kaki Lima Bakal Ditertibkan. Wajib Taat Peraturan Daerah

Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra tinjau proyek drainase Rp1,9 miliar di Jalan Tasbih Singaraja. Pemkab bakal tata PKL dan batasi jam jualan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer