Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Cegah Kecelakaan, Dishub Buleleng Bakal Pasang Guardrail di Jalan Raya Denpasar-Lovina

Eka Prasetya
Penulis: Eka Prasetya❯

 

CEK JALUR: Petugas Dinas Perhubungan Buleleng mengecek ruas Jalan Raya Denpasar-Lovina di Desa Tigawasa. Ruas jalan itu rawan kecelakaan dan akan dipasangi guardrail.
CEK JALUR: Petugas Dinas Perhubungan Buleleng mengecek ruas Jalan Raya Denpasar-Lovina di Desa Tigawasa. Ruas jalan itu rawan kecelakaan dan akan dipasangi guardrail.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Dinas Perhubungan Buleleng akan memasang guardrail di Jalan Raya Denpasar-Lovina. Tepatnya di wilayah Desa Tigawasa, Kecamatan Banjar.


Advertisement

Pemasangan guardrail dilakukan untuk mencegah kecelakaan lalu lintas yang berujung korban jiwa. Apalagi cukup sering terjadi kecelakaan di ruas jalan tersebut.

Guardrail itu merupakan bantuan dari Kementerian Perhubungan. Rencananya pemasangan akan difokuskan pada titik rawan sepanjang 40 meter.

Kepala Dinas Perhubungan Buleleng, Gede Gunawan AP mengatakan, pihaknya sebenarnya mengusulkan guardrail sepanjang 900 meter.

Advertisement

Berdasarkan kemampuan keuangan negara, pemerintah pusat untuk sementara waktu memberikan bantuan sepanjang 40 meter.

Dishub kemudian memilih titik yang benar-benar rawan. Adapun titik tersebut ada di Jalan Raya Denpasar-Lovina, tepatnya yang melintasi Desa Tigawasa menuju Desa Kaliasem.

Pemerintah memilih ruas jalan tersebut, karena titik itu dinilai sangat rawan. Bahkan kerap menelan korban jiwa dari kalangan wisatawan.

Advertisement

“Meskipun hanya 40 meter, bagi kami itu lebih baik ketimbang tidak ada sama sekali. Jadi kami prioritaskan di wilayah Tigawasa,” kata Gunawan.

Dari hasil survei, pemasangan akan dilakukan pada dua titik di sepanjang ruas jalan tersebut. Pemasangan diprioritaskan di ruas jalan yang berbatasan dengan jurang.

Harapannya dengan pemasangan guardrail itu, maka kecelakaan yang berujung korban jiwa dapat dicegah. Sebab kecelakaan di ruas jalan tersebut cukup marak terjadi.

Lebih lanjut Gunawan menghimbau, masyarakat dari Denpasar yang ingin menuju Lovina, dianjurkan melalui ruas jalan nasional via Desa Gitgit.

Ia menganjurkan masyarakat lebih bijak menggunakan petunjuk arah via google maps. Sebab aplikasi menunjukkan jarak terdekat dan waktu tempuh tercepat.

“Kadang lebih cepat dan lebih dekat, bukan berarti lebih aman. Lebih baik agak jauh dan sedikit memutar, tapi lebih aman,” himbaunya.

Selain itu Dinas Perhubungan Buleleng juga meminta masyarakat mencermati rambu lalu lintas, serta spanduk himbauan yang dipasang di jalan raya guna mencegah kecelakaan fatal. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Advertisement
Editor : Eka Prasetya
Sumber : Radar Buleleng

Artikel Terkait

Diduga Rem Blong, Dua Mobil Adu Banteng di Tikungan Saput Poleng Gitgit

Diduga Rem Blong, Dua Mobil Adu Banteng di Tikungan Saput Poleng Gitgit

Diduga rem blong, Ford Fiesta oleng dan menabrak Daihatsu Ayla di tikungan Saput Poleng, Gitgit, Buleleng. Empat orang terluka.

Amor ing Acintya. Mobil Tabrak Truk Tronton di Buleleng, Satu Penumpang Meninggal

Amor ing Acintya. Mobil Tabrak Truk Tronton di Buleleng, Satu Penumpang Meninggal

Toyota Avanza menabrak truk tronton yang rusak di Jalan Singaraja-Gilimanuk, Pemuteran. Satu penumpang meninggal dunia akibat cedera kepala berat.

Scoopy Oleng di Tikungan Jalan Gitgit, Tabrak Motor dari Arah Berlawanan

Scoopy Oleng di Tikungan Jalan Gitgit, Tabrak Motor dari Arah Berlawanan

Kecelakaan terjadi di Jalan Raya Singaraja-Denpasar KM 12, Desa Gitgit. Honda Scoopy oleng di tikungan hingga menabrak motor dari arah berlawanan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer