Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dampak Gelombang Pasang, Sudah Sebulan Nelayan di Buleleng Gigit Jari

Eka Prasetya
Penulis: Eka Prasetya❯
GELOMBANG PASANG: Aktivitas nelayan di Buleleng. Para nelayan telah memindahkan perahu mereka karena cuaca buruk dan gelombang pasang.
GELOMBANG PASANG: Aktivitas nelayan di Buleleng. Para nelayan telah memindahkan perahu mereka karena cuaca buruk dan gelombang pasang.

SERIRIT, RadarBuleleng.id - Gelombang pasang yang terjadi sejak sebulan terakhir, benar-benar berdampak terhadap para nelayan.


Advertisement

Para nelayan kini sudah sebulan tidak melaut. Mereka hanya bisa gigit jari, menanti cuaca kembali bersahabat.

Seperti yang dialami para nelayan di wilayah Rajatama, Kecamatan Seririt. Mereka sudah sebulan belakangan gantung jaring.

Abdul Choliq, nelayan setempat, mengaku dirinya sama sekali tidak bisa melaut sejak awal tahun lalu. Gara-gara cuaca ekstrem.

Advertisement

Gelombang pasang ditambah angin kencang selalu muncul, saat nelayan hendak melaut.

Pun saat siang bolong, nelayan juga tidak berani melaut. “Sekarang kita di pinggir kelihatannya terang. Tapi di tengah, hitungan menit itu sudah berubah cuaca,” katanya.

Alhasil kini dia hanya bisa berdiam diri di rumah. Tidak ada pekerjaan berarti yang bisa ia lakoni.

Advertisement

“Bengong aja sudah di rumah. Sepi, tidak ada kerjaan. Kalau ada yang ajak, paling jadi kuli,” ujarnya.

Choliq mengatakan, sebulan lalu ia sempat menikmati cuan karena tiba-tiba datang musim impun. Petani pun tak perlu susah payah melaut.

Kini ia menanti cuaca bersahabat kembali. Ia memprediksi cuaca akan kembali normal dalam beberapa minggu mendatang. Tepatnya saat pergantian sasih atau pergantian bulan dalam kalender Bali.

“Biasanya setelah ini musim panen raya. Bisa sampai bulan Maret. Mudah-mudahan benar,” harapnya.

Terpisah, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Buleleng, I Gede Putra Aryana menuturkan, sejak sebulan belakangan nelayan memang tidak turun ke laut.

“Karena cuaca tidak bersahabat. Apalagi semalam, gelombang pasang benar-benar parah,” ujarnya.

Nelayan kini sudah menambatkan perahu mereka di tempat yang lebih tinggi. Sehingga tidak terseret gelombang pasang. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Advertisement
Editor : Eka Prasetya
Sumber : Radar Buleleng

Artikel Terkait

Harga Rumah di Bali Naik, Dipicu Peningkatan Harga Bahan Bangunan

Harga Rumah di Bali Naik, Dipicu Peningkatan Harga Bahan Bangunan

Harga properti residensial Bali naik 1,02 persen pada triwulan II 2026. Rumah menengah mencatat kenaikan tertinggi sebesar 1,52 persen secara tahunan.

Koster Sebut Buleleng Punya ‘Rezeki’ Sendiri, Gerokgak Disiapkan Jadi Kawasan Ekonomi Pariwisata

Koster Sebut Buleleng Punya ‘Rezeki’ Sendiri, Gerokgak Disiapkan Jadi Kawasan Ekonomi Pariwisata

Gubernur Bali Wayan Koster menyebut Buleleng punya potensi berbeda dari barat hingga timur. Gerokgak disiapkan sebagai kawasan ekonomi pariwisata.

Seorang Pria di Bali Diduga Kerap Lecehkan Pengendara Perempuan. Polisi Ungkap Sudah 10 Kali Beraksi

Seorang Pria di Bali Diduga Kerap Lecehkan Pengendara Perempuan. Polisi Ungkap Sudah 10 Kali Beraksi

Pria berinisial IWCA, 25, diamankan warga di Abiansemal setelah diduga melecehkan pengendara perempuan. Polisi mendalami pengakuannya yang disebut pernah beraksi 10 kali.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer