Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Lapor Pak! Branding Produk Lokal Buleleng Digencarkan

F
Penulis: Francelino Junior❯
Kepala Dinas Dagperinkop UKM Buleleng, Dewa Made Sudiarta mengatakan, sinergi berbagai stakeholder penting untuk branding dan promosi produk lokal di Bali utara.
Kepala Dinas Dagperinkop UKM Buleleng, Dewa Made Sudiarta mengatakan, sinergi berbagai stakeholder penting untuk branding dan promosi produk lokal di Bali utara.

Radarbuleleng.jawapos.com- Produk Usaha Kecil Menengah (UKM) di Kabupaten Buleleng terus digencarkan untuk membuat branding produk. Tentu ini menjadi bagian dari strategi memperkuat ekonomi kreatif daerah.


Advertisement

Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi, dan UKM (Dagperinkop UKM) Kabupaten Buleleng, Dewa Made Sudiarta mengatakan, branding produk merupakan upaya promosi sekaligus meningkatkan daya saing, serta memperluas akses pasar bagi pelaku UKM dan kerajinan di Bali utara.

Branding pun dapat dilakukan melalui berbagai macam media, termasuk media sosial yang saat ini berkembang pesat.

Tentu saja dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan daya saing pemasaran. Tentu saja promosi harus dilakukan dengan konsisten serta ide-ide kreatif.

Advertisement

”Tujuan akhir branding adalah menjadikan produk lokal Buleleng sebagai penopang ekonomi masyarakat Bali utara secara khusus, dan Bali secara umum,” ujarnya pada Senin (30/6).

Dewa Sudiarta melanjutkan, sinergi antar pemangku kepentingan, khususnya dalam pembangunan sektor kerajinan dan pengembangan produk lokal unggulan Buleleng, sangat penting.

Sebab kolaborasi dalam promosi dan branding produk lokal, merupakan bagian dari strategi memperkuat ekonomi kreatif daerah.

Advertisement

Tentu saja, dengan adanya branding dan promosi produk lokal, berpengaruh pada membuminya kearifan warisan produk, sekaligus meningkatkan nilai ekonominya.

Ini agar mewujudkan masyarakat mandiri dengan produk unggulan lokal, yang mampu bersaing secara luas.

”Kami berharap agar setiap instansi mau menggunakan produk lokal. Sehingga menjadi andalan dan semakin dikenal di tengah masyarakat,” harapnya.***

Advertisement
Editor : Donny Tabelak
Sumber : Radar Buleleng

Artikel Terkait

Dari Jemari yang Makin Tua, Perajin di Desa Tunjung Buleleng Berjam-jam Menganyam demi Rp 15 Ribu

Dari Jemari yang Makin Tua, Perajin di Desa Tunjung Buleleng Berjam-jam Menganyam demi Rp 15 Ribu

Di Banjar Tonggak, Buleleng, para perajin tamas dan serembeng daksina bertahan menjaga tradisi Bali meski hanya dibayar sekitar Rp 15 ribu per ikat.

Dari Stan Kerajinan di Kunming, Perajin Perak dari Bali Menyasar Ceruk Pasar Raksasa Tiongkok

Dari Stan Kerajinan di Kunming, Perajin Perak dari Bali Menyasar Ceruk Pasar Raksasa Tiongkok

Sendirian mewakili Indonesia di China-South Asia Expo 2026, perajin Bali Dewi Tanu Wijaya berjuang menembus pasar raksasa Tiongkok lewat kerajinan perak dan cerita budaya Bali.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer