Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Optimalkan Pusat Layanan Keluarga Sejahtera, Buleleng Kembangkan Program Satyagatra

F
Penulis: Francelino Junior❯

 

BERI LAYANAN: Pemberian layanan kepada warga di Buleleng.
BERI LAYANAN: Pemberian layanan kepada warga di Buleleng.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Pemkab Buleleng terus memperkuat pelayanan keluarga sejahtera lewat program Satyagatra. 


Advertisement

Program tersebut merupakan pengembangan dari Pusat Pelayanan Keluarga Sejahtera (PPKS) yang kini dikemas dengan nama baru agar lebih mudah dikenali masyarakat.

Melalui Satyagatra, layanan keluarga ditargetkan bisa menjangkau seluruh lapisan masyarakat. 

Harapannya, bisa mendorong peningkatan Indeks Kualitas Keluarga (IKK) yang menjadi indikator penting dalam pembangunan daerah. 

Advertisement

Program tersebut juga mendukung visi Bangga Kencana menuju keluarga yang mandiri, tenteram, dan bahagia.

“Program Satyagatra sudah dibentuk di sepuluh titik, terdiri dari satu pusat layanan di tingkat kabupaten dan sembilan lainnya di balai penyuluh KB,” jelas Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2KBP3A) Buleleng, I Nyoman Riang Pustaka.

Pelayanan yang diberikan cukup beragam. Mulai dari penanganan balita berisiko stunting dengan bantuan natura berupa beras, susu, telur, hingga daging ayam, sampai layanan konsultasi dan konseling untuk berbagai kelompok usia. 

Advertisement

Topiknya mencakup keluarga balita, remaja, lansia, kesehatan reproduksi dan KB, keharmonisan rumah tangga, hingga pemberdayaan ekonomi keluarga.

Tak hanya itu, pusat layanan ini juga difungsikan sebagai pusat data berbasis aplikasi Siga, yang mendukung kebijakan kependudukan dan program keluarga berencana. 

Masyarakat pun didorong untuk memanfaatkan layanan konseling yang diberikan pemerintah secara gratis.

“Di setiap pusat layanan, kami menghadirkan ahli gizi dan psikolog dari RSUD Buleleng untuk mendampingi keluarga. Sekaligus sebagai ajakan bahwa di Buleleng sudah ada Satyagatra yang bisa dijadikan rujukan layanan keluarga sejahtera,” jelas Riang.

Meski begitu, ia mengakui masih ada keterbatasan tenaga pelaksana di tingkat kecamatan. 

Saat ini petugas baru dibekali pengetahuan umum, sementara untuk kasus teknis seperti gizi atau kesehatan akan langsung dirujuk ke tenaga ahli maupun fasilitas kesehatan. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Advertisement

Artikel Terkait

269 Ribu Kepala Keluarga di Buleleng Ditarget Masuk Sistem Perlinsos Digital

269 Ribu Kepala Keluarga di Buleleng Ditarget Masuk Sistem Perlinsos Digital

Pemkab Buleleng menargetkan 269.323 kepala keluarga masuk sistem perlinsos digital sebelum 31 Juli 2026, ASN diminta ikut mendampingi warga.

Terpikat Keberhasilan Mall Pelayanan Publik, Pemkab Blitar Belajar ke Buleleng

Terpikat Keberhasilan Mall Pelayanan Publik, Pemkab Blitar Belajar ke Buleleng

Pemkab Blitar boyong jajaran Forkopimda lakukan studi tiru ke MPP Buleleng di Pasar Banyuasri yang sukses kelola 152 layanan publik terpadu.

Awas Jebakan Pinjol dan Investasi Bodong, Pemkab Buleleng Bersama OJK Genjot Literasi Keuangan

Awas Jebakan Pinjol dan Investasi Bodong, Pemkab Buleleng Bersama OJK Genjot Literasi Keuangan

Sekda Gede Suyasa buka sosialisasi literasi keuangan TPAKD Buleleng 2026. Ingatkan ASN agar waspada terhadap pinjol ilegal, judi online, dan investasi bodong.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer