Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Waduh! Ada 46 Titik Blank Spot di Buleleng. Dinas Kominfo Janji Perkuat Sinyal Internet

Eka Prasetya
Penulis: Eka Prasetya❯

 

BLANK SPOT: Tim Dari Kementerian Kominfo mengecek lokasi blank spot yang ada di Buleleng.
BLANK SPOT: Tim Dari Kementerian Kominfo mengecek lokasi blank spot yang ada di Buleleng.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Upaya menghapus titik-titik blank spot di Kabupaten Buleleng, Bali, terus dilakukan. 


Advertisement

Berdasarkan pemetaan Dinas Komunikasi Informatika Persandian dan Statistik (Kominfo Santi) Buleleng, terdapat 46 titik blank spot yang tersebar di 17 desa dan 8 kecamatan.

Kini, titik-titik tersebut tengah dalam proses optimalisasi jaringan oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI, bekerja sama dengan sejumlah provider internet dan operator seluler.

Kepala Dinas Kominfo Santi Buleleng, Ketut Suwarmawan menjelaskan, dari 148 desa/kelurahan di Buleleng, hampir seluruhnya telah terjangkau jaringan internet. 

Advertisement

Namun, faktor topografi perbukitan membuat beberapa wilayah masih sulit mendapatkan sinyal.

“Area lembah dan dusun di pedalaman menjadi tantangan utama. Karena letaknya rendah, sinyal dari tower terdekat sering terhalang kontur tanah,” ujarnya.

Suwarmawan mengungkapkan, Kementerian Komdigi telah menindaklanjuti laporan tersebut dengan memperkuat sinyal di wilayah yang sudah memiliki menara telekomunikasi terdekat. 

Advertisement

Optimalisasi dilakukan bersama beberapa provider yang memiliki infrastruktur di sekitar area blank spot.

“Kami sudah cek ke lapangan. Ada delapan titik yang sudah dioptimalkan salah satu provider. Kemudian 18 titik lainnya sudah kami survei dan semuanya kini sudah mendapatkan sinyal. Tinggal beberapa lokasi saja yang belum kami jangkau secara langsung,” jelasnya.

Suwarmawan menambahkan, penguatan sinyal juga dilakukan di jalur shortcut Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada, yang selama ini dikenal sebagai wilayah dengan koneksi tidak stabil.

“Sekarang sinyal dua provider sudah dikuatkan di sepanjang jalur Gitgit. Kami yakin desa-desa yang dulunya melaporkan blank spot kini sudah bisa mengakses internet, meski mungkin baru lewat satu provider,” ungkapnya.

Pemkab Buleleng optimistis seluruh wilayahnya bisa bebas dari blank spot dalam waktu dekat, sehingga akses komunikasi digital masyarakat makin merata dan efisien. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Advertisement

Artikel Terkait

Permudah Pelayanan Publik, Desa Suwug Terapkan Layanan Administrasi Satu Pintu

Permudah Pelayanan Publik, Desa Suwug Terapkan Layanan Administrasi Satu Pintu

Desa Suwug Buleleng menerapkan layanan administrasi kependudukan satu pintu sejak 2019. Desa ini juga punya program Majalangu.

Desa Gobleg Tuntaskan Sampah dari Sumbernya. Sampah Organik Diolah Jadi Pupuk, Plastik Ditabung

Desa Gobleg Tuntaskan Sampah dari Sumbernya. Sampah Organik Diolah Jadi Pupuk, Plastik Ditabung

Desa Gobleg di Buleleng berhasil mengelola sampah dari sumbernya. Sampah organik diolah menjadi kompos, sedangkan sampah plastik dikumpulkan melalui BUMDes dan ditukar menjadi tabungan warga.

Dana Desa Dipangkas, Warga Giri Emas Pilih Urunan Perbaiki Jalan Rusak

Dana Desa Dipangkas, Warga Giri Emas Pilih Urunan Perbaiki Jalan Rusak

Pemangkasan dana desa tak menyurutkan semangat warga Desa Giri Emas, Buleleng. Mereka bergotong royong memperbaiki jalan rusak secara swadaya dengan menyumbang tenaga, material bangunan, hingga konsumsi.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer