Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Desa Pemaron Jadi Contoh Pengelolaan Sampah Berbasis 3R di Buleleng

F
Penulis: Francelino Junior❯

 

KELOLA SAMPAH: Manajer PLN UP3 Bali Utara, Elashinta (menggunakan jilbab saat mengunjungi TPS3R Desa Pemaron.
KELOLA SAMPAH: Manajer PLN UP3 Bali Utara, Elashinta (menggunakan jilbab saat mengunjungi TPS3R Desa Pemaron.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Desa Pemaron, Kecamatan Buleleng, Bali, terus menunjukkan komitmen kuat dalam mewujudkan lingkungan bersih dan berkelanjutan. 


Advertisement

Lewat dukungan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN Peduli, desa tersebut kini memiliki sistem pengelolaan sampah terpadu berbasis 3R (Reduce, Reuse, Recycle) yang semakin modern dan efisien.

Penyerahan bantuan dilakukan di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) 3R Desa Pemaron, Kamis (30/10/2025) lalu.

Bantuan mencakup mobil angkutan sampah, alat pencacah organik, incinerator, dan mesin pengolah pupuk kompos itu disalurkan kepada Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Mertajaya selaku pengelola TPST 3R.

Advertisement

Perbekel Desa Pemaron, Putu Mertayasa, mengapresiasi dukungan PLN dalam memperkuat pengelolaan sampah di desanya.

“Bantuan ini sangat bermanfaat dan akan kami kelola sebaik mungkin bersama KSM Mertajaya untuk mendukung program pengurangan sampah yang dicanangkan Pemerintah Provinsi Bali,” ujarnya.

Advertisement

Ketua KSM Mertajaya, Putu Sukra Adnyana menambahkan, dengan adanya fasilitas baru, TPST 3R Pemaron kini menjadi rujukan bagi desa-desa lain di Buleleng.

“Bantuan ini memperkuat peran kami sebagai contoh pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Kami ingin menunjukkan bahwa desa bisa mandiri mengelola sampahnya,” ungkapnya.

Manager PLN UP3 Bali Utara, Elashinta, menyebut program tersebut merupakan bentuk kontribusi PLN dalam mendorong pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

“Kami berharap, fasilitas ini dapat mendorong masyarakat mengubah sampah menjadi sesuatu yang bernilai,” katanya.

Sementara Manager Komunikasi dan TJSL PLN UID Bali, I Wayan Eka Susana, menegaskan bahwa penerapan sistem 3R sejalan dengan konsep circular economy yang kini gencar dikembangkan PLN.

“Program ini tidak hanya mengurangi timbulan sampah, tetapi juga menghasilkan produk olahan seperti pupuk kompos yang memberi nilai tambah bagi warga,” jelasnya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Advertisement

Artikel Terkait

Harga Rumah di Bali Naik, Dipicu Peningkatan Harga Bahan Bangunan

Harga Rumah di Bali Naik, Dipicu Peningkatan Harga Bahan Bangunan

Harga properti residensial Bali naik 1,02 persen pada triwulan II 2026. Rumah menengah mencatat kenaikan tertinggi sebesar 1,52 persen secara tahunan.

Koster Sebut Buleleng Punya ‘Rezeki’ Sendiri, Gerokgak Disiapkan Jadi Kawasan Ekonomi Pariwisata

Koster Sebut Buleleng Punya ‘Rezeki’ Sendiri, Gerokgak Disiapkan Jadi Kawasan Ekonomi Pariwisata

Gubernur Bali Wayan Koster menyebut Buleleng punya potensi berbeda dari barat hingga timur. Gerokgak disiapkan sebagai kawasan ekonomi pariwisata.

Seorang Pria di Bali Diduga Kerap Lecehkan Pengendara Perempuan. Polisi Ungkap Sudah 10 Kali Beraksi

Seorang Pria di Bali Diduga Kerap Lecehkan Pengendara Perempuan. Polisi Ungkap Sudah 10 Kali Beraksi

Pria berinisial IWCA, 25, diamankan warga di Abiansemal setelah diduga melecehkan pengendara perempuan. Polisi mendalami pengakuannya yang disebut pernah beraksi 10 kali.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer