Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ganti Rugi Lahan Shortcut Belum Tuntas, Warga Pegayaman Mengadu ke DPRD Buleleng

F
Penulis: Francelino Junior❯
SAMPAIKAN ASPIRASI: Warga Desa Pegayaman menyampaikan aspirasi terkait proses ganti rugi lahan proyek shortcut titik 9-10 yang dinilai tidak adil. (DPRD Buleleng)
SAMPAIKAN ASPIRASI: Warga Desa Pegayaman menyampaikan aspirasi terkait proses ganti rugi lahan proyek shortcut titik 9-10 yang dinilai tidak adil. (DPRD Buleleng)

Advertisement

 

SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Warga Desa Pegayaman, Kabupaten Buleleng, Bali, kembali memperjuangkan hak mereka terkait ganti rugi lahan proyek shortcut Singaraja-Denpasar titik 9–10. 

Didampingi kuasa hukum, warga mendatangi DPRD Buleleng pada Jumat (10/4/2026) untuk mengadukan nasib mereka.

Advertisement

Warga juga meminta kejelasan dan keadilan atas proses pembebasan lahan yang dinilai belum tuntas.

Kuasa hukum warga, Hilman Eka Rabbani, menyampaikan bahwa inti persoalan terletak pada ketidaksesuaian nilai ganti rugi yang ditetapkan tim appraisal dengan kondisi di lapangan.

”Yang menjadi poin permasalahannya, pertama ketidaksesuaian harga antara yang diberikan oleh tim appraisal dengan fakta di lapangan. kedua ada Perbedaan harga tanah antara satu dengan yang lain, padahal lahannya bersisian atau berdampingan. Itu yang tidak dijelaskan oleh pihak terkait,” jelasnya.

Advertisement

Ia mengungkapkan, dalam dokumen appraisal tahun 2019, nilai tanah bervariasi mulai dari Rp 19,5 juta hingga Rp 38 juta per are. 

Namun, perbedaan tersebut tidak disertai penjelasan, meski lokasi lahan warga saling berdampingan. Bahkan berada di zona yang sama.

”Nah, itu tidak dikasih penjelasan padahal tempatnya itu jejer (berdampingan),” tegasnya.

Total lahan terdampak mencapai sekitar 1 hektare, milik 14 kepala keluarga yang terbagi dalam 19 bidang tanah. 

Advertisement
Editor : Eka Prasetya
Sumber : Radar Buleleng

Artikel Terkait

Inspektorat Audit Keuangan Desa Tamblang. Muncul Temuan Rp 500 Juta

Inspektorat Audit Keuangan Desa Tamblang. Muncul Temuan Rp 500 Juta

Inspektorat Buleleng audit pengeloaan keuangan Desa Tamblang 2022-2025. Ketua Komisi II DPRD sebut temuan Rp500 juta, Tipikor Polres mulai periksa saksi.

Bisa Panen 10 Ton di Lahan Kering, DPRD Minta Padi Bridantara Dikembangkan di Buleleng

Bisa Panen 10 Ton di Lahan Kering, DPRD Minta Padi Bridantara Dikembangkan di Buleleng

Padi varietas unggul Bridantara 8 terbukti panen 10,5 ton/ha di lahan kering Gerokgak. Ketua DPRD Buleleng dorong penanaman meluas di Bali utara.

Perkuat Kemitraan dengan Pers, DPRD Buleleng Dorong Komunikasi Publik Transparan dan Responsif

Perkuat Kemitraan dengan Pers, DPRD Buleleng Dorong Komunikasi Publik Transparan dan Responsif

DPRD Buleleng perkuat kemitraan dengan media massa guna tingkatkan kualitas komunikasi publik, keterbukaan informasi, dan layanan digital di Bali utara.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer