Berawal dari Telepon Dua Menit, Jurnalis Radar Buleleng Kini Belajar di Beijing


RadarBuleleng.id - Telepon itu datang tiba-tiba pada Jumat (20/3/2026) siang lalu. Di ujung sambungan, suara Pemimpin Redaksi Jawa Pos Radar Bali, Djoko Heru Setiyawan terdengar tergesa-gesa.
“Eka, fasih nggak Bahasa Inggris?”
Pertanyaan itu terdengar sederhana. Tapi justru membuat saya mendadak gugup.
Maklum, kemampuan Bahasa Inggris saya lebih banyak sebatas memahami percakapan, bukan aktif berbicara. Saya pun menjawab sejujurnya.
“Pasif saja, Mas,” jawab saya.
Tak lama kemudian, pertanyaan berikutnya muncul. Tentang skor TOEFL.
Saya sempat tertawa kecil sendiri. Setahun sebelumnya, saat menempuh pendidikan magister di Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa, saya memang pernah mengikuti tes TOEFL. Nilainya? Jauh dari kata istimewa.
Namun di luar dugaan, Mas Djo - begitu saya biasa menyapanya - justru meminta saya mengirim CV dan sertifikat TOEFL.
Katanya, ada program kunjungan media ke Tiongkok dan nama saya akan didaftarkan.



