Tiga Kali Jadi Pilihan Presiden, Peternak dari Petandakan Buleleng Sukses Rawat Sapi Jumbo

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Di sudut kandang sederhana di Banjar Dinas Pondok, Desa Petandakan, Kecamatan Buleleng, tak banyak yang menyangka lahir sapi-sapi jumbo langganan Presiden Republik Indonesia.
Dari tangan dingin Ketut Sukata, 59, peternak asal Buleleng itu kembali mencatat prestasi membanggakan. Untuk ketiga kalinya, sapi peliharaannya dipilih menjadi hewan kurban presiden.
Jarak ribuan kilometer dari pusat pemerintahan rupanya tak menjadi penghalang kualitas ternak milik Sukata dilirik orang nomor satu di Indonesia.
Tahun ini, sapi berbobot 868 kilogram miliknya dibeli Presiden RI Prabowo Subianto untuk kurban Idul Adha di Masjid Arrahmah, Desa Tegallinggah, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Bali.
Bukan kali pertama. Pada 2025 lalu, sapi miliknya dengan bobot 772 kilogram juga dibeli Presiden Prabowo untuk disalurkan ke Masjid Jami’ Safinatusalam di Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada.
Sedangkan pada 2023, sapi berbobot 636 kilogram milik Sukata dikirim ke Masjid Agung Jami’ Singaraja di Kelurahan Kampung Bugis, Kecamatan Buleleng.
“Awalnya dari Dinas Pertanian Buleleng datang mengajukan calon sapi kurban presiden. Astungkara diterima, ini ketiga kalinya,” ujar Sukata.
Bagi Sukata, memelihara sapi bukan sekadar pekerjaan mencari nafkah. Aktivitas itu sudah menjadi bagian hidupnya sejak kecil.
Anak ketiga dari tujuh bersaudara tersebut tumbuh di keluarga petani sekaligus peternak, sehingga sejak dini sudah akrab dengan kandang sapi milik ayahnya di Desa Petandakan.



