Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dihantam Kemarau Ekstrem 2026, Buleleng Jadi Daerah Terparah Terdampak Karhutla dan Kekeringan

N
Ilustrasi kekeringan
Ilustrasi kekeringan

Advertisement

 

SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Musim kemarau tahun 2026 menghantam Bali dengan kondisi yang jauh lebih panjang, kering, dan bersuhu tinggi ketimbang tahun-tahun sebelumnya. 

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali per 11 April hingga 31 Agustus 2026, Kabupaten Buleleng menjadi wilayah paling terdampak, baik pada sektor pertanian, hutan, maupun kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Advertisement

Kepala UPTD Pengendalian Bencana Daerah BPBD Bali, I Wayan Suryawan mengatakan, fenomena cuaca ekstrem memicu eskalasi krisis air bersih, ancaman gagal panen, hingga maraknya karhutla.

"Berdasarkan analisis BMKG, musim kemarau 2026 berlangsung lebih panjang dan relatif lebih panas dari kondisi normal. Hal ini memicu rentetan bencana kekeringan hingga kebakaran di pemukiman dan TPA," ujar I Wayan Suryawan, Senin (31/8/2026).

Data BPBD Bali mencatat krisis kekeringan dan karhutla meluas di Buleleng ketimbang kabupaten tetangga. 

Advertisement

Pada sektor pertanian, Buleleng mencatatkan luas lahan terdampak kekeringan tertinggi di Bali, yakni mencapai 108,60 hektare, mengungguli Jembrana (79,95 Ha). 

Selain itu, ratusan hektare sawah lainnya di Buleleng kini berstatus siaga terancam mengalami krisis serupa.

Dampak kemarau ekstrem di Denbukit makin mengkhawatirkan setelah kebakaran hutan dan lahan melahap sedikitnya 90,92 hektare kawasan hutan Buleleng. 

Tak berhenti di sana, insiden kebakaran juga menjangkau fasilitas pengolahan sampah, salah satunya melanda TPST 3R di Banjar Dinas Antapura, Desa Tejakula, Buleleng.

Advertisement

Artikel Terkait

TPA Bengkala Buleleng Terbakar Lagi, Belasan Are Sampah Hangus

TPA Bengkala Buleleng Terbakar Lagi, Belasan Are Sampah Hangus

TPA Bengkala di Kubutambahan Buleleng kembali terbakar pada Sabtu (7/11). Belasan are lahan sampah hangus, petugas gabungan kerahkan armada air dan buat sekat.

Lindungi Identitas Produk, Kemenekraf Fasilitasi Pendaftaran Merek untuk 50 UMKM di Desa Bengkala

Lindungi Identitas Produk, Kemenekraf Fasilitasi Pendaftaran Merek untuk 50 UMKM di Desa Bengkala

Kemenekraf fasilitasi pendaftaran merek bagi 50 UMKM di Desa Bengkala Buleleng. Pelaku usaha lokal didampingi urus legalitas dan HAKI untuk tingkatkan daya saing.

Sulap Sabut Kelapa Jadi Genteng Tahan Gempa, BRIN Jajaki Material Ramah Lingkungan

Sulap Sabut Kelapa Jadi Genteng Tahan Gempa, BRIN Jajaki Material Ramah Lingkungan

BRIDA Buleleng dan BRIN jajaki pembuatan genteng biomassa HERBAL-ROOF berbahan sabut kelapa. Material ini ringan, meredam panas, dan cocok untuk daerah gempa.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer