Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Edukasi Dini, Dharma Wanita Buleleng Latih Anak TK Panen Sayur dan Sebar Bibit Cabai

E
Penulis: Eka Prasetya❯
TANAM CABAI: Pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP) Buleleng bersama siswa TK diajari menanam cabai dan tanaman sayur. (Pemkab Buleleng)
TANAM CABAI: Pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP) Buleleng bersama siswa TK diajari menanam cabai dan tanaman sayur. (Pemkab Buleleng)

Advertisement

 

SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Langkah unik dan edukatif ditunjukkan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Buleleng.

Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) DWP ke-27 Tahun 2026, mereka memboyong puluhan anak-anak TK Santa Maria Singaraja untuk mengenal hingga menanam langsung bibit sayuran di Taman Agrocity Singaraja, Jumat (30/10/2026).

Advertisement

Tak hanya mengedukasi anak-anak, aksi sosial DWP Buleleng juga menyasar upaya penanganan inflasi daerah. 

Sebanyak 1.000 bibit cabai diserahkan secara simbolis kepada Lurah Penarukan guna dibagikan kepada warga setempat sebagai pemicu gerakan menanam mandiri di pekarangan rumah.

Ketua DWP Buleleng, Ny. Dewi Suyasa menjelaskan, kegiatan edukasi yang berlangsung di kawasan Taman Agrocity—sebelah timur Kantor Telkom Singaraja—ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa cinta lingkungan serta kepedulian terhadap ketahanan pangan sejak usia dini.

Advertisement

”Kami ingin mengenalkan dan mengajarkan anak-anak sejak dini agar mengetahui jenis-jenis sayuran, cara menanam, merawat, hingga proses memanennya. Pagi ini kami ajak mereka menanam langsung bibit sayur pakcoy,” ujar Ny. Dewi Suyasa, Jumat (30/10/2026).

Aksi nyata DWP Buleleng ini terwujud lewat sinergi dan kolaborasi erat bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Buleleng serta Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (Distankan) Buleleng.

Penyerahan 1.000 bibit cabai kepada Lurah Penarukan menjadi bukti konkret keterlibatan organisasi wanita dalam mendukung program strategis Pemerintah Kabupaten Buleleng, khususnya dalam menjaga stabilitas harga pangan dan menekan laju inflasi komoditas cabai.

Ny. Dewi Suyasa meyakini, apabila masyarakat memiliki komitmen bersama untuk memanfaatkan pekarangan rumah masing-masing dengan menanam cabai serta kebutuhan dapur lainnya, beban pengeluaran rumah tangga dapat berkurang sekaligus menekan lonjakan inflasi daerah secara bertahap. (*)

Advertisement

Artikel Terkait

Aneh! Harga Cabai di Pasar Rp 65 Ribu per Kilo, Tapi di Petani Hanya Beli Rp 46 Ribu

Aneh! Harga Cabai di Pasar Rp 65 Ribu per Kilo, Tapi di Petani Hanya Beli Rp 46 Ribu

Selisih harga cabai rawit merah di pedagang pasar dan tingkat petani di Bali capai Rp 19 ribu per kilo. Distanpangan Bali soroti ketimpangan komoditas.

Mimih! Menjelang Galungan, Harga Cabai Rawit di Buleleng Tembus Rp 90 Ribu per Kilo. Omzet Pedagang Terjun Bebas

Mimih! Menjelang Galungan, Harga Cabai Rawit di Buleleng Tembus Rp 90 Ribu per Kilo. Omzet Pedagang Terjun Bebas

Harga cabai rawit di Buleleng melonjak hingga Rp 90 ribu per kilogram jelang Galungan. Pedagang memprediksi harga masih bisa naik menyentuh Rp 100 ribu per kilogram.

Bau Menyengat Batu Bara Terbakar di Celukan Bawang Muncul Lagi, Warga Desak Pemerintah Turun Tangan

Bau Menyengat Batu Bara Terbakar di Celukan Bawang Muncul Lagi, Warga Desak Pemerintah Turun Tangan

Update kebakaran muatan batu bara tongkang di Celukan Bawang Buleleng: warga keluhkan bau menyengat kembali muncul &dan desak pemerintah cek dampak kesehatan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer