SINGARAJA, Radarbuleleng.jawapos.com- Polres Buleleng mengadakan mudik gratis bagi umat Islam yang ada di Kabupaten Buleleng, dalam rangka Hari Raya Idul fitri 1446 Hijriah/2025.
Tercatat ada 64 orang yang mengikuti perjalanan pulang kampung itu, dari Kota Singaraja menuju ke sejumlah wilayah di Jawa Timur, pada Selasa (25/3) pagi.
Mudik Presisi Polres Buleleng ini mengambil awalan di depan Mapolres Buleleng, kemudian melewati Kabupaten Banyuwangi, Situbondo, Pasuruan, dan berakhir di Surabaya.
Ke-64 peserta diketahui berasal dari berbagai wilayah di Bali utara, dengan menaiki dua bus pariwisata yang sudah disiapkan polisi.
”Kami rencananya mudik ke Malang, namun karena sampai di Surabaya, nanti nyambung naik kereta api. Tumben ikut. Kalau biasanya mudik mandiri bisa habis jutaan, sekarang bisa lebih hemat,” ujar Camelia Dwi Astri, 31, salah satu pemudik asal Kecamatan Seririt.
Sementara itu, Kapolres Buleleng, AKBP Ida Bagus Widwan Sutadi mengatakan, untuk tahun ini pihaknya masih menyediakan dua bus, sama seperti tahun sebelumnya. Rutenya pun sama, yakni sampai di Surabaya.
Pihaknya pun berharap pada Idul fitri 2026 nanti, Polres Buleleng dapat menambah jumlah armada untuk memberangkatkan masyarakat yang ingin mudik di Buleleng.
Sebab, Mudik Presisi bertujuan membantu serta memfasilitasi umat Islam yang kekurangan biaya untuk pulang kampung, utamanya yang ke Jawa Timur, sehingga dapat terwujud keinginan berkumpul dengan keluarga.
”Tadi ada masukkan dari pemudik, agar bisa busnya lebih besar sehingga kapasitasnya lebih banyak pula,” katanya.
Sebelum berangkat, sopir dan kernet bus beserta sejumlah penumpang dilakukan tes urine terlebih dahulu.
Tentu ini menarik, sebab penumpang juga diikutsertakan dalam tes urine, karena biasanya hanya sopir dan kernet saja.
Kata AKBP Widwan, untuk sopir dan kernet, agar mereka tidak melakukan hal-hal yang tidak wajar dalam mengemudi.
Apalagi sopir dan kernet bertanggung jawab atas puluhan nyawa di dalam bus. Sehingga konsentrasi pengemudi sangat berpengaruh pada kenyamanan penumpang.
”Hasil pemeriksaan negatif. Untuk penumpang kenapa diperiksa, takutnya malah ada yang dalam pengaruh narkoba, yang malah mengganggu perjalanan,” tandasnya.***
Editor : Donny Tabelak