Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Air Panas Sudamala, Permata Tersembunyi di Desa Banjar

Admin • Selasa, 17 Juni 2025 | 21:10 WIB

 

AIR HANGAT: Pancuran di pemandian Air Panas Sudamala, Desa Banjar, Buleleng. Pancuran ini terletak di tengah sungai.
AIR HANGAT: Pancuran di pemandian Air Panas Sudamala, Desa Banjar, Buleleng. Pancuran ini terletak di tengah sungai.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Objek wisata air panas di Buleleng selama ini identik dengan Pemandian Air Panas Banjar atau Banjar Hot Spring. Namun siapa sangka di desa yang sama, ada permata air panas tersembunyi.

Pemandian itu berada di balik rimbunnya pepohonan yang tumbuh di tepi sungai. Lokasi pancurannya ada di pinggir sungai. Menjadikannya sensasi unik, yakni mandi air panas dikelilingi air yang sejuk.

Warga menyebut pemandian itu dengan nama Air Panas Sudamala. Lokasinya ada di Banjar Munduk, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng. Lokasinya tak seberapa jauh dari Pemandian Air Panas Banjar.

Menuju lokasi pemandian ini tak ubahnya seperti berpetualang. Pengunjung bisa menuju lokasi Pemandian Air Panas Banjar. Lalu memarkir kendaraan pada lokasi yang telah disiapkan.

Dari area parkir, harus berjalan kaki menuju pancuran air panas. Pengunjung akan diajak menapaki jalan setapak. Jalur itu dikelilingi rumput liar dan tanaman-tanaman lain yang tumbuh begitu saja. Jika beruntung, riuh suara burung juga akan menemani.

Saat tiba di pancuran, rasa lelah langsung sirna. Uap tipis dari permukaan air menyambut dengan hangat. Air panas alami yang mengalir dari perut bumi diyakini mengandung berbagai manfaat.

Mineral dalam kandungan air panas diyakini mampu meredakan pegal, melancarkan sirkulasi darah, dan menyegarkan pikiran.

“Airnya hangat sekali, pas banget buat relaksasi. Apalagi setelah jalan kaki menurun ke sini, rasanya semua capek langsung hilang,” ujar Putu Kertayasa, 35, salah seorang pengunjung lokal sambil tersenyum puas.

Ia tampak menikmati momen itu bersama keluarganya, membiarkan tubuhnya larut dalam kehangatan air dan damai suasana.

Di sudut kolam, pancuran air dingin tersedia sebagai pelengkap sensasi. Perpaduan suhu panas dan dingin ini memberikan efek menyegarkan bagi tubuh. 

Warga sekitar mengatakan, kombinasi tersebut kerap digunakan untuk terapi alami. Banyak juga yang memanfaatkan momen itu untuk melukat atau melakukan pembersihan diri secara spiritual.

Dayu Komang Siniarini menjadi sosok yang menjaga denyut ekonomi di lokasi itu. Di tepi pemandian ia menjajakan jajanan pasar dan teh hangat. 

“Dulu tempat ini cuma dikenal warga lokal. Sekarang mulai ramai juga wisatawan luar. Saya tetap jaga, biar tetap bersih dan alami,” tuturnya sembari menyeduh teh untuk pengunjung.

Bagi Dayu Biang dan warga sekitar, Sudamala bukan sekadar tempat wisata. Melainkan bagian dari kehidupan dan spiritualitas. “Kalau warga lokal yang ke sini, lebih sering sambil melukat. Mereka percaya air di sini bisa menyembuhkan, membersihkan,” ujar wanita yang akrab disapa Dayu Biang itu.

Menurutnya, hal yang paling penting bagi tempat itu adalah kesucian. Sebab, sejak awal pemandian itu bukan disiapkan sebagai tempat wisata. Warga sekitar pun selalu menjaga tempat itu agar tetap suci.

“Kami ingin tempat ini tetap seperti dulu. Siapa pun yang datang, harus ikut menjaga ketenangan, kesucian, dan kesakralan,” tegasnya.

Jika Anda tengah mencari tempat untuk melarikan diri sejenak dari hiruk pikuk dan ingin menemukan kembali ketenangan yang hilang, datanglah ke Sudamala. Biarkan hangatnya air dan damainya alam menyambut anda, dan pulanglah dengan hati yang lebih ringan. (penulis: Putu Juliariani)

Editor : Eka Prasetya
#kolam #Pemandian #sungai #air #Sudamala #Banjar #air panas #buleleng