SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Ketika membicarakan era digital dan media sosial, pikiran publik umumnya langsung tertuju pada dampak negatif seperti hoaks, ujaran kebencian, isu SARA, hingga cyberbullying.
Dampak-dampak tersebut memang nyata, sering diberitakan media, bahkan tak jarang berujung pada proses hukum.
Hal tersebut disampaikan oleh Kasi Humas Polres Buleleng, Iptu Yohana Rosalin Diaz, saat memberikan sosialisasi bijak bermedia sosial kepada masyarakat Desa Pemaron, Rabu (16/7/2025).
“Kalau hoaks, kebencian, SARA, bullying itu sudah sering kita dengar. Tapi ada satu dampak lain yang justru lebih berbahaya, yakni polarisasi sosial dan pengaruh algoritma yang memperkuat gelembung opini,” ujar Iptu Yohana.
Ia menjelaskan, polarisasi sosial adalah kondisi ketika masyarakat terbelah ke dalam kelompok-kelompok dengan pandangan, nilai, dan kepentingan yang saling bertolak belakang.
Akibatnya, muncul jarak sosial, ketegangan, bahkan potensi konflik. Hal itu bisa muncul dari tingkat nasional yang menjalar hingga ke akar rumput.
“Bahaya polarisasi ini diperkuat oleh algoritma media sosial yang menyajikan konten sesuai preferensi pribadi. Akhirnya, orang hanya melihat apa yang ingin mereka lihat, dan sulit menerima sudut pandang berbeda. Ini yang menyebabkan toleransi perlahan terkikis,” ujarnya.
Lebih lanjut Yohana menjelaskan, manipulasi opini publik melalui algoritma kini mulai dimanfaatkan oleh berbagai pihak. Mulai dari kelompok kepentingan, organisasi, hingga sektor politik dan bisnis.
"Sederhananya, jangan langsung percaya pada informasi yang kita lihat. Saring sebelum sharing, dan jangan layani perdebatan di dunia maya, karena belum tentu lawan bicara kita itu manusia. Bisa saja robot yang diprogram otomatis,” ujar wanita yang akrab disapa Mami Yo itu.
Meski demikian, Yohana juga mengingatkan bahwa era digital tidak melulu membawa dampak negatif. Justru, banyak peluang dan sisi positif yang bisa dimanfaatkan, terutama oleh generasi muda.
“Kita juga harus ingat bahwa era digital membawa kemudahan luar biasa baik itu akses informasi, pendidikan, peluang bisnis, ruang ekspresi, hingga inovasi kreatif. Kuncinya adalah belajar dan tetap kreatif,” demikian Yohana. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya