Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Imigrasi Telusuri Identitas WNA Sirkus di Air Terjun Sekumpul

Francelino Junior • Senin, 11 Agustus 2025 | 23:13 WIB

 

CARI TURIS: Tim dari Dinas Pariwisata Buleleng dan Imigrasi berusaha mencari tahu identitas turis yang melakukan aksi sirkus tightrope di Air Terjun Sekumpul.
CARI TURIS: Tim dari Dinas Pariwisata Buleleng dan Imigrasi berusaha mencari tahu identitas turis yang melakukan aksi sirkus tightrope di Air Terjun Sekumpul.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Kantor Imigrasi Singaraja kini masih menelusuri identitas Warga Negara Asing (WNA) yang melakukan aksi sirkus tightrope walking di Air Terjun Sekumpul, Kabupaten Buleleng, Bali, pada Senin (4/8/2025).

Tim imigrasi melakukan penelusuran berbekal akun instagram yang mengaku telah melakukan aksi berbahaya itu di kawasan wisata.

Plt. Kepala Kantor Imigrasi Singaraja, Anak Agung Gde Kusuma Putra mengatakan, imigrasi dan Dinas Pariwisata Buleleng sudah sempat melakukan klarifikasi kepada pemangku wilayah di Desa Sekumpul, Kecamatan Sawan.

Menurut Kusuma Putra, ada 12 orang wisatawan mancanegara yang melakukan aksi berbahaya itu. Namun tidak diketahui kebangsaan para wisatawan itu.

Konon turis-turis itu sudah meminta izin kepada pengelola dan kepala desa. “Alasannya minta izin untuk promosi pariwisata. Tapi ternyata ada aksi berbahaya itu. Kepala desa juga kalau tahu ada aksi begitu, nggak mungkin memberikan izin,” ujarnya.

Imigrasi mengaku agak kesulitan melakukan penelusuran identitas para turis yang melakukan aksi berbahaya tersebut.

Gegara pengelola homestay tidak memanfaatkan sistem Pelaporan Orang Asing (POA) untuk mencatat para wisatawan.

Alhasil tim imigrasi hanya mengandalkan informasi dari media sosial. “Kami coba menelusuri dari akun media sosial yang beredar. Mudah-mudahan bisa ditemukan,” lanjutnya.

Disinggung soal indikasi pelanggaran keimigrasian, Kusuma Putra belum bicara banyak. Alasannya, imigrasi perlu melakukan klarifikasi terlebih dulu.

“Kami telusuri dulu. Nanti juga kami koordinasi dengan rekan-rekan di kepolisian, karena ini termasuk aktivitas membahayakan,” tegasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya,  sekelompok turis melakukan aksi berbahaya tightrope walking di Air Terjun Sekumpul, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng, Bali.

Turis-turis tersebut menyeberangi tali yang membentang di antara perbukitan. Dalam rekaman video terlihat jelas momen-momen saat salah seorang turis terjatuh dari tali. 

Sejumlah netizen mempertanyakan mengapa wisatawan itu mendapat izin melakukan aksi berbahaya tersebut. Sebab, bila wisatawan itu celaka dapat mencoreng citra pariwisata Bali, dan Buleleng pada khususnya.

Hingga kini pemerintah belum menemukan identitas turis yang melakukan aksi berbahaya tersebut. Namun pemilik akun instagram @fergbaker mengaku bertanggungjawab atas aksi tersebut.

Thats me! Thank you to the beautiful people that own this land. We are very grateful to share and connect,” tulis akun instagram @fergbarker yang menanggapi sejumlah postingan terkait aksi tightrope itu.

Jika diterjemahkan, tulisan itu berarti “Itu saya! Terima kasih kepada orang-orang baik di pulau ini. Kami sangat bersyukur untuk terhubung dan berbagi.” (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#wisata #air terjun #instagram #promosi #klarifikasi #kepala desa #imigrasi #warga negara asing #wisatawan mancanegara #pariwisata #orang asing #Sekumpul #wisatawan #air terjun sekumpul #sirkus #wna