RadarBuleleng.id – Upaya pencegahan rabies terus digenjot di Kabupaten Buleleng.
Hingga 29 September 2025, sebanyak 53.099 hewan penular rabies (HPR) di wilayah ini telah divaksin.
Jumlah tersebut terdiri atas 51.885 ekor anjing, 1.206 kucing, dan 8 monyet, menjadikan Buleleng sebagai salah satu daerah dengan capaian vaksinasi tertinggi di Bali.
Data Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali mencatat, total populasi anjing di Buleleng mencapai 70.298 ekor.
Artinya, cakupan vaksinasi di kabupaten terbesar di Bali utara ini sudah menyentuh lebih dari 73 persen.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, I Wayan Sunada, menyampaikan bahwa anjing masih menjadi fokus utama vaksinasi rabies.
“Dari total 449.555 HPR yang divaksin di Bali, anjing mendominasi dengan lebih dari 442 ribu ekor. Sisanya kucing dan monyet,” jelasnya.
Selain Buleleng, daerah dengan cakupan vaksinasi anjing tinggi antara lain Denpasar (76.236 ekor) dan Karangasem (63.984 ekor).
Sementara untuk kucing, Buleleng menjadi salah satu dari delapan kabupaten yang melaksanakan vaksinasi, dengan capaian 1.206 ekor. Hanya Denpasar yang tercatat nihil vaksinasi untuk kucing.
Untuk monyet, Buleleng menempati posisi tengah dengan 8 ekor yang divaksin. Jumlah terbesar ada di Gianyar, yakni 49 ekor.
Program vaksinasi rabies ini menjadi sangat penting mengingat Bali masih berstatus endemis rabies.
Dengan cakupan vaksinasi yang terus meningkat, pemerintah optimistis kasus penularan bisa ditekan, termasuk di Buleleng yang memiliki populasi anjing cukup besar.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya