Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Cacar Sapi Meluas di Buleleng, Dua Desa di Gerokgak Ditetapkan Lockdown Ternak

Eka Prasetya • Jumat, 23 Januari 2026 | 18:01 WIB

 

AMBIL SAMPEL: Petugas dari Dinas Pertanian Buleleng mengecek ternak sapi milik warga, guna mengantisipasi terjadinya kasus cacar sapi.
AMBIL SAMPEL: Petugas dari Dinas Pertanian Buleleng mengecek ternak sapi milik warga, guna mengantisipasi terjadinya kasus cacar sapi.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Serangan penyakit cacar sapi atau Lumpy Skin Disease (LSD) di Kabupaten Buleleng, Bali, terus meluas. 

Setelah sebelumnya terdeteksi di satu desa, kini kasus positif ditemukan di dua desa di Kecamatan Gerokgak.

Dinas Pertanian (Distan) Buleleng langsung mengambil langkah cepat dengan menerapkan lockdown ternak di desa terdampak. 

Kebijakan tersebut dilakukan dengan melarang seluruh aktivitas keluar-masuk sapi guna mencegah penularan semakin meluas.

Kepala Dinas Pertanian Buleleng, Gede Melandrat mengatakan, hasil pengambilan sampel terbaru menunjukkan adanya tambahan kasus positif cacar sapi di dua desa tersebut.

“Setelah dinyatakan positif, kami langsung turun ke lapangan, berdiskusi dengan perbekel, dan disepakati lockdown, tidak boleh ada sapi keluar atau masuk desa,” ujar Melandrat, Jumat (23/1/2026).

Di Desa Pejarakan, dari 25 ekor sapi yang diambil sampelnya, satu ekor dinyatakan positif LSD. 

Sementara di Desa Sumberklampok, ditemukan dua ekor sapi positif terjangkit virus tersebut.

Melandrat menegaskan, pihaknya saat ini terus melakukan pendampingan dan edukasi kepada masyarakat agar kesepakatan lockdown ternak tidak dilanggar.

“Hari ini kami turun lagi memastikan pelaksanaan lockdown bersama aparat desa. Kami harus diskusi dengan masyarakat dan melakukan edukasi, supaya apa yang sudah disepakati tidak dilanggar,” katanya.

Selain pembatasan pergerakan ternak, Distan Buleleng juga telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Bali dan Kementerian Pertanian terkait pengadaan vaksin LSD. 

Permohonan resmi vaksin sudah disampaikan, sementara kesiapan sumber daya manusia di Buleleng dinyatakan cukup.

“Kami sudah komunikasi dengan provinsi. Untuk vaksin, saat ini masih koordinasi antara provinsi, Kementerian Pertanian, dan BBVet Denpasar. SDM kami siap, karena ada 27 orang dokter hewan yang siap melakukan vaksinasi,” jelasnya.

Sebelumnya, kasus LSD di Buleleng pertama kali terdeteksi pada dua ekor sapi milik peternak di Kecamatan Gerokgak. 

Dari penelusuran, sapi tersebut diketahui dibeli secara daring melalui media sosial dan didatangkan dari luar daerah, sehingga asal-usul kesehatannya sulit dipantau.

Meski tingkat kematian akibat LSD tergolong rendah, penyakit ini berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi karena dapat menyebabkan cacat permanen pada sapi, yang berdampak pada penurunan nilai jual ternak.

Penyakit cacar sapi atau Lumpy Skin Disease disebabkan oleh virus yang hanya menyerang sapi dan tidak menular ke manusia. 

Penularan umumnya terjadi melalui vektor serangga, seperti nyamuk dan lalat, yang populasinya meningkat saat musim hujan. 

Lingkungan kandang yang lembap, banyak genangan air, dan semak-semak menjadi faktor pendukung penyebaran virus.

Untuk mencegah penularan, Distan Buleleng mengimbau peternak agar tidak membeli atau mendatangkan sapi dari luar desa maupun luar daerah tanpa pengawasan kesehatan.

Peternak juga didorong menjaga kebersihan kandang dan lingkungan sekitar, melakukan pengasapan kandang untuk mengusir nyamuk dan lalat, serta segera melapor jika menemukan sapi dengan gejala bercak atau benjolan di kulit.

Tak hanya itu, para peternak juga diharapkan mematuhi kebijakan karantina dan lockdown ternak di wilayah terdampak.

Langkah-langkah tersebut diharapkan dapat menekan laju penyebaran LSD agar tidak meluas ke wilayah lain di Buleleng. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#bali #gerokgak #lockdown #sampel #Cacar Sapi #Lumpy Skin Disease #pertanian #desa #virus #ternak #vaksinasi #BBVET #buleleng #LSD