Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Dorong Partisipasi Anak dalam Pembangunan, Pemkab Buleleng Gelar Grand Final GAB dan Pemilihan Duta Anak 2026

Eka Prasetya • Minggu, 8 Februari 2026 | 12:55 WIB

 

FORUM ANAK: Suasana Grand Final Gelora Anak Kabupaten Buleleng 2026 digelar di Kampus STIE Satya Dharma Singaraja, Minggu (8/2/2026) pagi.
FORUM ANAK: Suasana Grand Final Gelora Anak Kabupaten Buleleng 2026 digelar di Kampus STIE Satya Dharma Singaraja, Minggu (8/2/2026) pagi.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Pemkab Buleleng terus mendorong keterlibatan aktif anak-anak dalam pembangunan daerah. 

Caranya melalui program Gelora Anak Buleleng (GAB) 2026 dan Pemilihan Duta Anak Buleleng. 

Kedua program tersebut bertujuan memperkuat hak partisipasi anak, mengembangkan kemampuan kepemimpinan dan komunikasi, sekaligus mewakili suara anak Buleleng hingga tingkat provinsi dan nasional.

Adapun agenda Grand Final Gelora Anak Kabupaten Buleleng 2026 digelar di Kampus STIE Satya Dharma Singaraja, Minggu (8/2/2026) pagi.

Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Buleleng, I Putu Kariaman Putra mengatakan, Pemkab Buleleng memberikan perhatian serius terhadap pengembangan potensi anak sebagai aset bangsa. 

Upaya tersebut sejalan dengan tema Hari Anak Nasional, Anak Hebat, Indonesia Kuat Menuju Indonesia Emas 2045.

“Forum Anak Daerah tidak hanya sebagai organisasi pelengkap tapi wadah resmi dalam menyuarakan hak anak dalam pembangunan,” jelasnya.

Menurutnya, forum anak daerah menjadi sarana pembentukan karakter anak agar tumbuh tangguh, cerdas, memiliki kepekaan moral, santun, produktif, serta inspiratif. 

Forum tersebut diharapkan mampu melahirkan ide-ide kreatif sebagai jembatan bagi anak-anak lainnya dalam memperjuangkan pemenuhan dan perlindungan hak anak dalam kebijakan pemerintah.

“Partisipasi anak merupakan indikator penting mewujudkan Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA),” ungkapnya.

Lebih lanjut, Kariaman menekankan bahwa Forum Anak Daerah (FAD) di Buleleng kini memiliki peran tambahan sebagai pemerhati sosial di lingkungan masing-masing. Karena itu, para duta anak dituntut memiliki kepekaan sosial yang tinggi.

“Sekarang karena bergabung dengan Dinas Sosial ada tambahan tugas bagi anak-anak di FAD, yaitu menjadi pemerhati sosial minimal di lingkungannya. Sehingga tujuan pemerintah memberikan perlindungan sosial bagi yang membutuhkan tepat sasaran sesuai kriteria,” tegasnya.

Pemilihan Duta Anak Buleleng 2026 sendiri telah melalui rangkaian tahapan selama dua bulan. Mulai dari pendaftaran, tes tahap pertama dan kedua, wawancara, sidang penyusunan suara anak, sesi pemotretan, hingga outbound. 

Pada grand final yang berlangsung pada Minggu (8/2/2026) pagi, jumlah finalis disaring dari 20 peserta menjadi 10 finalis terbaik.

Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan Suara Anak Buleleng 2026 yang merupakan hasil rekomendasi sidang penyusunan suara anak. 

Sebanyak 10 butir aspirasi disampaikan, dengan penekanan pada sektor kesehatan, pendidikan, sosial, hukum, dan teknologi, yang ditujukan kepada pemerintah, masyarakat, serta orang tua. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#STIE Satya Dharma #Duta Anak Buleleng #pemkab buleleng #Forum Anak Daerah #SUARA #perlindungan anak #hak #anak #potensi