Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Mantap! Di Buleleng Sampah Plastik Disulap Jadi Papan Nama Jalan

Eka Prasetya • Jumat, 13 Februari 2026 | 06:25 WIB

 

DAUR ULANG: Proses pembuatan papan nama jalan berbahan dasar plastik daur ulang.
DAUR ULANG: Proses pembuatan papan nama jalan berbahan dasar plastik daur ulang.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Upaya mempercantik wajah Kota Singaraja dilakukan dengan cara tak biasa. 

Pemkab Buleleng melalui Dinas Perhubungan (Dishub) berkolaborasi dengan Rumah Plastik Mandiri Buleleng menghadirkan papan nama jalan berbahan limbah plastik daur ulang.

Inovasi tersebut menjadi bagian dari penataan kawasan strategis Titik Nol Kota Singaraja yang mengedepankan unsur estetika, fungsi, sekaligus kepedulian terhadap lingkungan.

Kepala Dinas Perhubungan Buleleng, Gede Gunawan Adnyana Putra menjelaskan, gagasan tersebut lahir dari arahan Bupati dan Wakil Bupati Buleleng untuk menghadirkan gerakan baru dalam penataan kota.

“Penataan kawasan tidak hanya harus aman dan tertib, tetapi juga ramah lingkungan. Lampu penerangan jalan dirancang menggunakan PJUTS, kabel ditanam di bawah tanah, dan untuk papan nama jalan kami berpikir kenapa tidak memanfaatkan sampah plastik,” ujarnya.

Menurutnya, konsep tersebut tidak dirancang secara instan. Dishub bersama Rumah Plastik Mandiri melakukan diskusi panjang untuk memastikan desain tetap sesuai ketentuan Kementerian Perhubungan, namun tetap memiliki identitas khas Buleleng.

Pemilik Rumah Plastik Mandiri Buleleng, Eka Darmawan, mengaku bangga dipercaya menggarap proyek tersebut. 

Ia menyebut hal tersebut menjadi proyek ruang publik pertamanya yang bisa dinikmati masyarakat dalam jangka panjang.

“Ini merupakan kehormatan bagi kami karena secara pribadi ini adalah proyek pertama yang akan bisa dinikmati terus-menerus oleh masyarakat dan berada di ruang publik,” ujarnya.

Dari sisi desain, papan nama jalan ini tetap mengacu 100 persen pada juknis Dishub. Namun, timnya menambahkan sentuhan khas, mulai dari penggunaan material plastik jenis HDPE yang kuat dan tahan cuaca, hingga ornamen seni Bali. 

Bahkan, ke depan direncanakan penambahan ukiran bergaya Bali untuk memperkuat identitas lokal.

Menariknya, papan nama tersebut dirancang fleksibel dan dinamis. Beberapa elemen dapat dimodifikasi sesuai momentum tertentu, seperti HUT Kota Singaraja maupun peringatan Hari Kemerdekaan RI.

Dari sisi produksi, untuk membuat 10 papan nama lengkap dengan tiangnya dibutuhkan sekitar 880 kilogram plastik cacah. 

Jika dihitung dari bahan mentah, jumlahnya bisa mencapai lebih dari satu ton sampah plastik.

“Seluruh sampah plastik tersebut dikumpulkan dari jaringan binaan kami berupa bank sampah dan TPST yang tersebar di seluruh Kabupaten Buleleng,” ungkap Eka.

Ia menambahkan, tantangan terbesar justru pada tahap pengumpulan bahan baku. Setelah material tersedia, proses produksi relatif cepat. Satu papan nama dapat diselesaikan dalam waktu dua hingga tiga hari. 

Secara keseluruhan, mulai dari pengumpulan hingga pemasangan, 10 papan nama ditarget rampung dalam waktu sekitar satu bulan.

Pada tahap awal penataan Titik Nol, Dishub Buleleng akan memasang 10 papan nama di lima ruas jalan, masing-masing di titik awal dan akhir ruas. 

Desain inovatif tersebut juga direncanakan didaftarkan sebagai Hak Kekayaan Intelektual (HKI) melalui Brida. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#kota singaraja #rumah plastik #dinas perhubungan #daur ulang #titik nol #dishub #plastik #limbah