Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Polres Buleleng Bagi Helm, Bunga dan Cokelat Saat Operasi Keselamatan

Eka Prasetya • Sabtu, 14 Februari 2026 | 15:28 WIB

 

BAGIKAN HELM: Kapolres Buleleng, AKBP Ruzi Gusman (kiri) memberikan helm kepada anak pengguna jalan.
BAGIKAN HELM: Kapolres Buleleng, AKBP Ruzi Gusman (kiri) memberikan helm kepada anak pengguna jalan.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Suasana berbeda terlihat dalam pelaksanaan Operasi Keselamatan Agung 2026 di Buleleng. 

Polisi memilih melakukan pendekatan humanis. Bukannya menindak pelanggar, polisi membagikan helm, bunga, dan cokelat kepada pengguna jalan yang tertib berkendara.

Kegiatan digelar Jumat (13/2/2026) sekitar pukul 09.00 Wita di depan Taman Kota Singaraja, Jalan Ngurah Rai. 

Kapolres Buleleng AKBP Ruzi Gusman bersama Ketua Bhayangkari Cabang Buleleng Ny. Arini Ruzi Gusman turun langsung memimpin kegiatan, didampingi personel yang terlibat operasi.

Sebanyak 50 buah helm dibagikan kepada pengendara roda dua yang belum menggunakan helm standar. Selain itu, 50 tangkai bunga dan sekitar 50 cokelat diberikan kepada masyarakat yang melintas sebagai simbol cinta dan kepedulian terhadap keselamatan.

Kasi Humas Polres Buleleng, Iptu Yohana Rosalin Diaz menegaskan, aksi tersebut bukan sekadar seremoni menyambut Valentine.

“Pada intinya kami ingin memberikan edukasi terkait keselamatan di jalan raya dengan cara yang humanis. Helm, bunga, dan cokelat yang kami berikan menjadi simbol kepedulian Polres Buleleng kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia menekankan, keselamatan berlalu lintas merupakan bentuk cinta terhadap diri sendiri dan keluarga.

“Kami tidak ingin masyarakat Buleleng menjadi korban sia-sia di jalan raya. Keselamatan adalah bentuk cinta terhadap diri sendiri dan keluarga yang menunggu di rumah,” tegasnya.

Yohana menambahkan, Operasi Keselamatan Agung 2026 tetap mengedepankan langkah persuasif dan edukatif. Penindakan dilakukan secara profesional, namun pendekatan humanis menjadi prioritas.

Sejak dimulai pada 3 Februari 2026, tercatat 1.472 tindakan telah dilakukan. Rinciannya, 27 tilang manual, 500 pelanggaran melalui ETLE statis, serta 945 teguran.

Dominasi teguran tersebut menunjukkan bahwa kepolisian lebih mengutamakan pencegahan dan pembinaan dibanding penindakan semata. 

Harapannya, kesadaran masyarakat meningkat sehingga angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas di Buleleng dapat ditekan. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#etle #helm #bunga #operasi keselamatan #bhayangkari #valentine #lalu lintas #cokelat #buleleng #keselamatan #Taman Kota Singaraja #polisi