SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Angin kencang yang melanda wilayah Kabupaten Buleleng, Bali, sejak Selasa (24/2/2026) sore, memicu serangkaian bencana di sejumlah kecamatan.
Adapun bencana yang menerjang mulai dari atap rumah diterbangkan angin, hingga pohon tumbang yang merusak bangunan warga.
BPBD Buleleng mencatat sedikitnya lima kejadian tersebar di Kecamatan Sukasada, Sawan, Kubutambahan, hingga Gerokgak.
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam seluruh peristiwa tersebut, namun total kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.
Di Banjar Dauh Pura, Desa Panji, Kecamatan Sukasada misalnya. Angin kencang yang terjadi pada Selasa sekitar pukul 23.00 WITA menyebabkan kerusakan berat pada rumah warga.
Atap lantai dua berukuran 7x8 meter dari rangka baja ringan dan spandek diterbangkan angin.
Tembok sepanjang 8 meter dengan tinggi 2,5 meter jebol dan menimpa kamar tidur, dapur, serta kamar mandi di lantai bawah.
Total kerugian diperkirakan mencapai Rp 50 juta. Meski demikian, tidak ada korban jiwa.
BPBD juga menyalurkan bantuan logistik serupa dan menyebut kebutuhan mendesak di lokasi adalah terpal untuk penutup sementara.
Peristiwa pohon tumbang terjadi di Banjar Dinas Sangker, Desa Mengening, Kecamatan Kubutambahan, pada Selasa (24/2/2026) sekitar pukul 06.00 WITA.
Atap rumah warga jebol sepanjang 4x2 meter dengan kerugian sekitar Rp 5 juta. Kejadian ini sudah ditangani warga setempat.
Sementara di Banjar Dinas Menasa, Desa Sinabun, Kecamatan Sawan, angin kencang merusak atap dapur dan tembok berukuran 2,5x2,5 meter. Kerusakan tergolong ringan dengan estimasi kerugian Rp 5 juta.
Di Banjar Dinas Tegal Asri, Desa Patas, pohon santen tumbang menimpa rumah warga atas nama Kadek Heri Irawan sekitar pukul 08.30 WITA. Atap rumah sepanjang 5x1,5 meter jebol dan dapur darurat roboh. Kerugian ditaksir Rp 5 juta.
BPBD Buleleng telah melakukan assessment dan mendistribusikan bantuan logistik di seluruh lokasi terdampak.
Kepala Pelaksana BPBD Buleleng, I Gede Suyasa menghimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi dalam beberapa hari ke depan.
“Masih ada prediksi cuaca ekstrem selama beberapa hari mendatang. Ada ancaman gelombang pasang, angin kencang, maupun curah hujan tinggi. Kami harap masyarakat meningkatkan kewaspadaan ancaman bencana,” ujar Suyasa. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya