SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Kondisi jalan rusak di Kabupaten Buleleng ramai disorot masyarakat, terutama di media sosial.
Keluhan tersebut makin kuat lantaran di saat yang sama, Pemkab Buleleng tengah menggarap proyek titik nol di Kota Singaraja yang digadang-gadang menjadi ikon baru di Bali Utara.
Warganet atau netizen menilai, banyak ruas jalan yang menjadi urat nadi aktivitas warga justru belum tersentuh perbaikan.
Situasi itu memunculkan kesan adanya perbedaan prioritas antara kebutuhan mendesak masyarakat dengan program pembangunan yang dinilai lebih bersifat simbolis.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Buleleng, Made Jayadi Asmara mendorong pemerintah daerah agar segera mengambil langkah konkret dalam perbaikan infrastruktur. Menurutnya, perbaikan jalan rusak tidak bisa ditunda terlalu lama.
”Kami dorong pemkab untuk lakukan (perbaikan jalan) secepat mungkin. Kalau tidak bisa aspal, setidaknya tambal. Sehingga layak dilalui,” ujarnya.
Menurutnya perbaikan infrastruktur jalan sebenarnya sudah menjadi prioritas Bupati Buleleng Nyoman Sutjidra dan Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna.
Namun di sisi lain, proyek titik nol juga dianggap penting oleh Pemkab Buleleng karena diproyeksikan sebagai ikon kota sekaligus penunjang pariwisata Bali utara.
Kendati demikian, keterbatasan anggaran membuat perbaikan jalan rusak belum bisa dialokasikan secara maksimal pada tahun ini.
Meski begitu, ia meminta pemerintah tidak tutup mata dengan keluhan masyarakat. Sebab cukup banyak ruas-ruas jalan, utamanya di wilayah pedesaan yang kondisinya memprihatinkan.
”Banyak jalan utamanya di desa dan pedesaan yang memprihatinkan. Kami harap perbaikannya bisa dipercepat,” tandas politisi asal Desa Mayong itu. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya