SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Ratusan umat Tridharma memadati Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Ling Gwan Kiong, untuk mengikuti ritual cisuak (ci suak) atau tolak bala.
Prosesi tersebut berlangsung pada Selasa (3/3/2026) mulai pukul 10.00–13.00 WITA. Adapun prosesi tersebut menjadi bagian dari rangkaian perayaan Imlek 2577 Kongzili/2026.
Ritual itu diperuntukkan bagi umat dengan shio yang diyakini kurang selaras atau mengalami ciong pada tahun berjalan. Cisuak menjadi penutup tahun baru Imlek, yang sebelumnya diawali sejak 10 Februari lalu.
Sebelum prosesi cisuak, umat terlebih dahulu melaksanakan sembahyang Yuan Xiao Jie atau Cap Go Meh pada pukul 08.30 WITA. Setelah itu, barulah ritual tolak bala digelar secara bergelombang.
Humas TITD Ling Gwan Kiong, Gunadi Yetial menjelaskan, tradisi tersebut rutin dilakukan setiap pergantian tahun dalam penanggalan Kongzili.
”Cisuak dilakukan, karena setiap pergantian tahun, ada shio yang kurang serasi dengan shio yang berlaku tiap tahunnya,” ujarnya.
Menurutnya, ritual tersebut berkaitan erat dengan harapan keselamatan dan kelancaran hidup selama setahun ke depan, mulai dari kesehatan, rezeki hingga keharmonisan kehidupan.
Pada Tahun Kuda Api, shio kuda dan tikus disebut mengalami ciong besar. Sementara kelinci dan ayam masuk kategori ciong kecil.
Dalam pelaksanaannya, umat lebih dulu mendaftarkan diri di klenteng. Mereka kemudian dibagi dalam beberapa kelompok sebelum dipanggil satu per satu menuju ruang persiapan dan diarahkan ke altar utama.
Di hadapan altar, rohaniwan memimpin doa. Setelah itu, umat keluar melalui pintu tengah untuk menerima percikan tirta. Prosesi dilanjutkan dengan pemotongan sedikit rambut sebagai simbol pembersihan diri.
Tahapan terakhir, peserta menerima wadah berisi kacang-kacangan. Mereka lalu mengelilingi halaman klenteng sembari menebarkan biji-bijian tersebut, sebagai simbol membuang sial dan energi negatif.
”Nama, tanggal lahir, dan shio yang bersangkutan disebutkan dalam upacara, agar terhindar dari mara bahaya dan kesulitan. Sehingga di tahun kuda api, kehidupan mereka berjalan lancar,” tandas Gunadi. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya