SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Peristiwa gigitan anjing liar yang mengamuk di Pasar Buleleng, Bali, ternyata dipastikan rabies.
Hal itu terungkap setelah Dinas Pertanian Buleleng mendapatkan konfirmasi hasil uji laboratorium dari Balai Besar Veteriner Denpasar.
Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan Buleleng, Gede Melandrat mengatakan, pihaknya telah mengirimkan sampel otak anjing yang mengamuk hingga menggigit belasan warga di Pasar Buleleng.
“Hasil uji lab terkonfirmasi positif rabies,” kata Melandrat saat dikonfirmasi pada Senin (9/3/2026) sore.
Temuan itu praktis membuat masyarakat menjadi resah. Terlebih populasi anjing liar yang berkeliaran di Pasar Buleleng cukup banyak.
Anjing-anjing itu bukan hanya berkerumun di kawasan Pasar Buleleng yang masuk wilayah Kelurahan Kampung Singaraja saja. Anjing juga disebut berkeliaran hingga wilayah Kelurahan Kendran, Kelurahan Paket Agung, hingga Kelurahan Liligundi.
Lurah Kendran, Made Sumardika, mengaku dirinya mendapat desakan dari masyarakat untuk melakukan eliminasi terhadap anjing liar di wilayahnya. Terlebih hasil lab menunjukkan bahwa anjing yang mengamuk positif rabies.
Khusus di seputaran Pasar Buleleng, Sumardika menyebut ada sekitar 20 ekor anjing yang berkeliaran.
“Biasanya berkeliaran itu malam hari. Sampai ke wilayah kami juga. Makanya dari warga juga meminta agar ada eliminasi terhadap anjing liar,” ujarnya.
Terkait permintaan warga, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Pertanian Buleleng. Selain itu pihaknya akan berkoordinasi dengan kepala lingkungan dan Ketua RT.
“Supaya anjing peliharaan dikandangkan dan diikat dulu. Biar tidak dieliminasi dulu. Karena masyarakat juga sudah resah,” imbuhnya.
Menanggapi permintaan warga, Kepala Dinas Pertanian Buleleng Gede Melandrat menyatakan pihaknya akan menerjunkan tim ke Pasar Buleleng pada Selasa (10/3/2026).
Tim akan melakukan eliminasi secara selektif terhadap anjing yang diduga terjangkit rabies. Semantara hewan penular rabies (HPR) lain akan divaksinasi.
“Vaksinasi akan kami perluas. Bukan hanya di Pasar Buleleng saja, tapi ke kelurahan di sekitarnya,” tegas Melandrat.
Seperti diberitakan sebelumnya, pada Minggu (8/3/2026) pagi seekor anjing liar mengamuk dan menggigit belasan pengunjung di Pasar Buleleng.
Anjing dilaporkan menggigit 15 orang warga, yang mana dua orang diantaranya masih berstatus anak-anak.
Dari 15 orang korban gigitan, 14 orang diizinkan menjalani rawat jalan setelah mendapat suntikan Vaksin Anti Rabies. Sementara seorang lagi, yakni Nyoman Aryani, 58, warga Kelurahan Paket Agung, harus menjalani rawat inap karena mengalami patah tulang pada jari tangan kanan akibat gigitan anjing. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya