SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna, mengajak seluruh umat beragama untuk terus hidup berdampingan dalam harmoni.
Ajakan itu disampaikannya saat meninjau pelaksanaan Sholat Idul Fitri yang digelar Pimpinan Daerah Muhammadiyah Buleleng, di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng, Jumat (20/3/2026).
Menurutnya, perbedaan ras, suku, dan agama merupakan kekayaan yang justru memperkuat persatuan, khususnya di Buleleng sebagai bagian dari Indonesia.
Karena itu, sikap toleransi dan rasa persaudaraan antar umat beragama harus terus dijaga.
Momentum tahun ini terasa istimewa. Sholat Idul Fitri berlangsung berdekatan dengan Ngembak Geni, yang menjadi penutup rangkaian Hari Raya Nyepi.
Supriatna pun menyampaikan apresiasi kepada umat Hindu yang telah menjalani Catur Brata Penyepian, serta umat Muslim yang menuntaskan ibadah puasa selama Ramadan.
Ia menilai, kedekatan waktu dua hari raya besar tersebut menjadi simbol kuatnya kebersamaan antar umat beragama.
"Kalau sudah ditakdirkan Tuhan Yang Maha Esa hari raya kita berdekatan, artinya kita juga harus selalu berdekatan," ujarnya.
Senada dengan itu, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Buleleng, Muhammad Ali Susanto, menegaskan bahwa keberagaman merupakan anugerah yang harus dimaknai sebagai ruang belajar untuk saling memahami perbedaan.
"Bahwa ketika kita ber-Indonesia maka satu hal yang harus kita selalu pahami bahwa Indonesia itu beragam," katanya.
Usai pelaksanaan Sholat Idul Fitri, umat Muslim biasanya melanjutkan tradisi dengan bersilaturahmi ke rumah keluarga dan tetangga.
Momen halal bihalal pun digelar sebagai wujud saling memaafkan dan mempererat hubungan sosial di tengah masyarakat. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya