radarbuleleng.id-Video seorang pria warga negara asing (WNA) asal Taiwan hendak bunuh diri dengan cara melompat dari Jembatan Pergung, Jalan Denpasar-Gilimanuk, Desa Pergung Kecamatan Mendoyo, menghebohkan warga dan pengguna medsos. Kejadiannya pada Senin sore (15/1).
Dalam video yang beredar, WNA berkaus warna hitam dan celana cokelat duduk di atas railing jembatan. Posisi kaki WNA tersebut sudah berada di luar railing jembatan berpijak pada besi railing.
Dalam video tampak seorang polisi berseragam mendekati WNA tersebut sambil bicara. Saat polisi mengalihkan perhatian, dari arah lain dua orang mendekati WNA tersebut.
Di tengah lalu lintas yang padat, salah seorang warga yang mendekati menarik dari belakang menjatuhkannnya ke landasan jembatan. Kemudian disusul polisi yang merangkul WNA tersebut.
Kapolsek Mendoyo Kompol I Putu Suarmadi mengatakan, pihaknya mendapat informasi dari masyarakat bahwa ada seseorang yang hendak bunuh diri dengan cara melompat ke sungai dari atas jembatan sekitar pukul 115.30 WITA.
"Saat tiba di TKP, memang ada orang yang sedang berdiri di railing jembatan," jelasnya.
Personel Polsek Mendoyo yang datang ke TKP bersama dua orang anggota Sat Sabhara Polres Jembrana melakukan pencegahan bunuh diri.
Petugas bernegosiasi dengan pria yang belakangan diketahui WNA asal Taiwan. Saat petugas mengajak WNA berdialog, secara perlahan petugas mendekat dan tiba-tiba merangkul lalu menjatuhkan WNA ke jalan.
"Petugas menggagalkan percobaan bunuh diri yang dilakukan WNA tersebut," terangnya.
WNA asal Taiwan yang tidak disebutkan namanya tersebut kemudian diamankan ke Polsek Mendoyo bersama keluarganya untuk dimintai keterangan sebelum akhirnya melanjutkan perjalanan ke Denpasar.
Kapolsek menjelaskan, dari keterangan percobaan bunuh diri berawal dari WNA tersebut bersama istrinya, Dewi, asal Semarang, Jateng berangkat ke Bali dengan mobil pribadi diantar kakaknya untuk melaporkan kedatangannya dari Taiwan bersama suami dan ibunya ke Konsulat di Denpasar.
Penyebab percobaan bunuh diri tersebut, karena ada pertengkaran suami istri dalam perjalanan dari Semarang menuju Bali yang dipicu oleh kecemburuan WNA. "Pertengkaran dipicu oleh kecemburuan WNA kepada istrinya," jelasnya.
Kecemburuan WNA pada istrinya, karena suami istri yang bekerja sebagai perawat di Taiwan pada saat pulang ke kampung di Jawa Tengah, didatangi teman-teman lama istrinya yang sudah lama tidak bertemu. Suaminya merasa tak dihiraukan dan cemburu sehingga terjadilah pertengkaran dalam perjalanan.
Saat pertengkaran dalam mobil, WNA tersebut meminta turun dari mobil di sebelah barat jembatan. Kemudian setelah turun dari mobil langsung menuju jembatan lalu naik railing jembatan.
"Setelah dilakukan pendekatan dan mediasi dengan suami istri tersebut akhirnya berhasil ditenangkan dan kembali melanjutkan perjalanan ke Denpasar," terangnya. ***
Editor : Donny Tabelak