Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Warga Sulit dapat Gas Elpiji 3 Kg di Bali, Pertamina Klaim Tak Ada Pengurangan, Lantas Kemana Gas Subsidi?

Ni Kadek Novi Febriani • Kamis, 22 Februari 2024 | 01:20 WIB

 

Mobil pikap salah satua agen elpiji saat menurunkan elpiji 3kg di salah satu toko di jalan Nusa Indah Denpasar. Warga mengeluhkan kesulitan mendapatkan gas elpiji 3 kg.
Mobil pikap salah satua agen elpiji saat menurunkan elpiji 3kg di salah satu toko di jalan Nusa Indah Denpasar. Warga mengeluhkan kesulitan mendapatkan gas elpiji 3 kg.

radarbuleleng.id- Masyarakat mengeluhkan  susahnya mencari gas elpiji 3 kg subsidi di pedagang-pedagang eceran.

Selain langka, harga yang dijual pengecer juga  lebih tinggi dari harga eceran tertinggi (HET).

Dikonfirmasi dengan Manager commrel & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi menjelaskan distribusi gas melon sudah sesuai dengan peraturan Menteri 28 tahun 2021 tentang Penyaluran  dan Pendistribusian LPG (Liquefied petroleum gas).

Ia menerangkan fungsi pengawasan Pertamina sebagai badan usaha yang ditunjuk untuk menyalurkan LPG bersubsidi adalah mulai dari agen hingga pangkalan.  

"Artinya titik terakhir pendistribusian adalah di pangkalan bukan di pengecer atau warung," jelasnya.  

Pertamina, kata dia, mengarahkan untuk membeli LPG 3 kg subsidi di pangkalan resmi untuk mendapatkan harga sesuai HET yang ditentukan Pemerintah Daerah.

Ciri-ciri pangkalan resmi Pertamina adalah terdapat plang/papan warna hijau yang mencantumkan nama pangkalan, nomor registrasi pangkalan, menyebutkan HET, serta menyebutkan kontak pangkalan dan Call Center Pertamina 135.

"Pertamina akan melakukan monitor berkala ketersediaan stok  ke agen dan pangkalan LPG resmi Pertamina untuk memastikan penyaluran LPG 3 kg subsidi sesuai ketentuan," terangnya.  

Mengenai stok gas melon di Bali, Pertamina mengakui tidak ada pengurangan. Menurutnya, penyaluran LPG 3 Kilogram di wilayah kota/kabupaten Bali berjalan normal  dan tidak ada pengurangan dengan realisasi penyaluran per 19 Februari 2024 rata-rata sejumlah 3.431.783 tabung. Rata-rata  harian sejumlah 728 metrik ton  atau sekitar 242.666 tabung.

Penyaluran LPG 3 Kilogram subsidi  di Denpasar berjalan normal dengan realisasi penyaluran dari tanggal 12 – 19 Februari 2024 lalu sejumlah 279.544 tabung tersebar di empat  kecamatan di Denpasar yakni Denpasar Barat, Selatan, Timur dan Utara. 

"Pertamina akan melakukan monitor berkala ketersediaan stok  ke agen dan pangkalan LPG resmi Pertamina untuk memastikan penyaluran LPG 3 kg subsidi sesuai ketentuan," jelasnya.  

Sementara itu, dikonfirmasi terpisah dengan Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan ESDM Provinsi Bali, Ida Bagus Setiawan mengatakan  untuk kuota elpiji gas melon tahun 2024 tidak sebesar tahun 2023.

Usulan Pemprov Bali juga ditolak oleh Pemerintah Pusat melalui Dirjen Migas. Dijelaskan kuota 2023 sebanyak 217.161 metrik ton, sudah termasuk kuota cadangan. Sedangkan Pemerintah Provinsi Bali mengusulkan tahun 2024 kuota di Bali 279.406 metrik ton, tetapi yang ditetapkan 215.448 metrik ton.  

Penyebaran kuota di sembilan kabupaten/kota di Bali, yang paling banyak di Denpasar 48.148 tabung. Selanjutnya Badung 25.856; Bangli 15.810; Buleleng 30.088; Gianyar 22.521; Jembrana 17.732; Karangasem 20.719; Klungkung 13.035; Tabanan 21.539. 

Berdasar data Dinas Ketenagakerjaan dan ESDM ada penambahan di beberapa kabupaten/kota seperti di Denpasar  ada peningkatan  dibandingkan 2023 yang berjumlah hanya 43.957 ditambah cadangan 2.936. 

Buleleng ada penambahan dibandingkan tahun 2023 berjumlah 27.502 dan cadangan 1.837. Gianyar juga ada penambahan dibandingkan tahun 2023 yang berjumlah 20.561 dan cadangan 1.373.

Jembrana  ada penambahan dibandingkan tahun lalu yang berjumlah 16.189 dan 1.081.  Karangasem penambahan, tahun 2023  yang berjumlah 18.916 dan cadangan 1.263. Klungkung juga ada penambahan tahun 2023 kuota 11.900 dan cadangan 795.

Sedangkan yang ada pengurangan  di dua daerah, Tabanan tahun lalu 23.176 dan cadangan 1.548, dan Bangli sebelumnya  tahun 2023 kuota yang didapat 17.758 dan cadangan 1.186.  

Terjadinya kelangkaan untuk mendapatkan gas melon, Gus Setiawan-sapaan akrabnya-  mengatakan Pemerintah Provinsi Bali intens koordinasi dengan Pertamina dan Hiswana Migas (Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi). Diharapkan masyarakat yang berhak lebih diprioritaskan yang langsung ke pangkalan.  

"Masyarakat yang berhak diprioritaskan. Langsung ke pangkalan terdekat, pemprov sedang intens koordinasi dengan Pertamina dan Hiswana Migas," tandasnya. ***

 

Editor : Donny Tabelak
#elpiji langka #migas #pertamina #gas subsidi 3 kg