radarbuleleng.id-Banyaknya peristiwa pohon tumbang yang terjadi di wilayah Tabanan akibat dari dampak cuaca ekstrim angin kencang.
Hal ini ternyata berimbas terhadap banyak permintaan bantuan masyarakat kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tabanan untuk melakukan perompesan dan pemangkasan pohon.
Kepala DLH Tabanan I Gusti Putu Ekayanan mengatakan, menyikapi cuaca ekstrim angin kencang yang terjadi sekarang ini. Upaya antisipasi dilakukan pihaknya.
Salah satunya melakukan pemangkasan pohon-pohon perindang yang sekiranya sudah dalam kondisi jatuh ke jalan akibat angin kencang.
Ada Pula memang sengaja pihaknya pangkas, karena faktor menutupi jalan dan membahayakan pengguna jalan.
“Sejak kemarin kami mulai melakukan pemangkasan pohon. Dengan keliling pemangkasan pohon berada di seputaran Kota Tabanan, wilayah Baturiti dan Selemadeg,” ungkapnya.
Diakui Ekayana, dampak dari cuaca ekstrem ini dengan angin kencang. Juga membuat banyaknya permintaan dari masyarakat yang datang ke DLH Tabanan untuk membantu perompesan pohon.
“ Sekarang ini perompesan pohon perindang kami masih lakukan berada di wilayah Penebel. Kebetulan ada permintaan warga,” ucapnya.
Menurut Ekayana, untuk pemangkasan pohon ditengah cuaca ekstrim angin kencang saat ini. Pihaknya telah menyiapkan enam orang petugas. Enam orang petugas ini dilengkapi dengan mesin gergaji dan truk pemangkas pohon.
“Enam orang petugas ini akan bekerja melakukan pemangkasan pohon yang diminta masyarakat dan pemangkasan pohon yang berada di jalan-jalan perkotaan Tabanan,” pungkasnya.
Khusus di Tabanan berdasarkan data dari BPBD Tabanan, Kamis (14/3), mencatat setidaknya ada 20 lebih laporan pohon tumbang selama dua hari terakhir.
Dari sekian laporan salah satunya pohon tumbang yang terjadi di Pura Beji Luhur Batukaru di Kecamatan Penebel yang diperkirakan terjadi pada Kamis (14/3) sekitar pukul 05.30 Wita.
Di tempat ini, pohon tumbang menimpa bangunan bale Sambyangan dan tembok penyengker pura. Selain Pura Beji Luhur Batukaru, pohon tumbang juga menimpa bangunan Pura Dalem di Kemetug, Desa Gunung Salak, Kecamatan Selemadeg Timur.
Kejadian serupa juga menimpa bangunan bale santi di jaba pura Manik Toya, Banjar Umadiwang, Desa Batannyuh, Kecamatan Marga. Meski demikian, musibah ini tidak sampai menimbulkan korban jiwa.
“Nihil korban jiwa. Hanya kerugian materi yang diperkirakan puluhan juta rupiah,” jelas Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tabanan I Nyoman Srinadha Giri.
Ia mengungkapkan itu usai melakukan evakuasi di lokasi pohon tumbang areal Pura Luhur Batukaru.
Menurutnya, sampai sejauh ini pihaknya belum merinci berapa jumlah laporan pohon tumbang yang terjadi sejak Rabu (13/3).
“Yang pasti ada banyak. Kami tidak sendiri mengevakuasi. Kadang di jalan kami juga dicegat masyarakat karena di wilayahnya ada pohon tumbang,” ungkapnya.
Pihaknya meminta warga Tabanan untuk menunda bepergian jauh saat ini.
“Hindari lokasi-lokasi yang rawan dengan pohon tumbang. Jauhi pohon besar saat berteduh, bila di rumah ada pohon yang kondisi segera melapor sehingga di ditangani petugas,” pungkasnya.***
Editor : Donny Tabelak