Terkait guncangan gempa itu, BPBD Karangasem memastikan tidak mempengaruhi aktivitas vulkanik Gunung Agung.
Kalaksa BPBD Karangasem, Ida Bagus Ketut Arimbawa mengatakan, untuk mencegah informasi salah yang beredar di masyarakat, pihaknya secara langsung berkoordinasi dengan dengan Pos Pantau Gunung Agung yang ada di Kecamatan Rendang.
"Tadi pagi (kemarin) kami langsung koordinasi terkait gempa yang terjadi beberapa kali untuk memastikan pengaruhnya terhadap aktivitas Gunung Agung," kata Arimbawa, Senin (25/3).
Penjelasan yang didapat dari petugas Pos Pantau Gunung Agung, bahwa gempa tektonik yang terjadi beberapa kali di Karangasem dipastikan tidak memberi pengaruh apapun terhadap aktivitas vulkanik Gunung Agung.
"Aktivitas Gunung Agung terpantau normal," sebutnya.
Sejauh ini belum ada laporan mengenai kerusakan dampak gempa yang masuk ke BPBD Karangasem.
Masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Seperti diketahui, dalam kurun waktu 12 jam terakhir, BMKG mendeteksi telah terjadi 7 kali gempa bumi yang mengguncang wilayah timur laut Karangasem, sejak Minggu sore hingga Senin pagi.
Rilis BMKG menunjukkan, gempa berskala 3,5 magnitudo yang menguncang wilayah Karangasem merupakan gempa bumi tektonik yang berpusat di laut.
Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi ini merupakan gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar lokal. ***
Editor : Donny Tabelak