Sebelum ditemukan tidak bernyawa, Putra sempat mengirim pesan WhatsApp kepada sang adik untuk menjaga ibunya dengan baik.
Kapolsek Dawan AKP I Komang Susiawan menuturkan, jenazah Putra pertama kali ditemukan I Wayan Sukarta, 45, asal Dusun Punduk Dawa, Desa Pesinggahan, Kecamatan Dawan yang pada saat itu hendak mencari air untuk sawahnya dengan menutup pengaturan air.
Saat itu, Sukarta melihat sesosok tubuh manusia mengambang dari arah barat ke timur mengikuti arah air mengalir di Sungai Subak Dawan.
Saksi Sukarta kemudian memberi tahu rekannya, I Nengah Wartana, 61 yang saat itu sedang mandi.
“Selanjutnya kedua saksi melihat mayat tersebut mengambang dan tersangkut di tumpukan sampah di bawah jembatan. Saksi satu (Sukarta, Red) langsung melaporkan penemuan mayat tersebut ke Polsek Dawan,” terangnya.
Sekitar pukul 14.30, personel Polres Klungkung dan ambulans BPBD Klungkung tiba di TKP dan secara bersama-sama mengangkat mayat ke atas mobil.
Selanjutnya korban dibawa ke RSUD Klungkung untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Dari hasil pemeriksaan dokter RSUD Klungkung, tidak ditemukan tanda- tanda kekerasan.
Luka robek dan lecet yang ada pada wajah korban diduga karena benturan pada saat hanyut dan diduga meninggal karena tenggelam.
“Saat ditemukan, korban berstatus Mr. X karena tidak ada yang mengenali korban dan tidak ada identitas melekat di tubuh korban,” jelasnya.
Setelah ditelusuri di aliran Sungai Subak Gunaksa, ditemukan celana pendek warna coklat, dompet warna merah marun yang setelah dicek, di dalamnya berisikan satu lembar KTP, SIM C, ATM BRI, ATM BCA atas nama korban I Gede Suteja Agus Putra yang beralamat di Dusun Patus, Desa Gunaksa, Kecamatan Dawan.
Selain itu, ditemukan pula kuitansi peminjaman gadai mobil APV DK 1355 atas nama I Nengah Sudira sebesar Rp 10 juta yang ditanda tangani oleh korban, sebuah handphone, cairan yang diduga air keras atau potas di dalam kemasan air mineral yang diduga milik korban.
“Sebagiannya diduga sudah di minum korban,” terangnya.
Lebih lanjut diungkapkannya, korban sempat mengirim pesan kepada adiknya via WhatsApp yang pada intinya meminta sang adik untuk menjaga ibu korban seperti ibu kandung sendiri meski sebenarnya ibu tiri.
Di mana korban mengaku mau bekerja jauh. “Niarta cg ngelah adi jak meme bin besik de kutange memek cge nah apin meme tiri de kutange nah Niarta runguang engken je c ngerunguang meme pedidi keto runguang nah cg kal megae joh soalne nah,” isi pesan korban kepada adiknya. ***
Editor : Donny Tabelak