Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Korban Tewas dari Meledaknya Gudang LPG di Denpasar Bali Jadi 15 Orang, 2 Orang Masih Kritis

Ni Made Ari Rismaya Dewi • Rabu, 19 Juni 2024 | 01:23 WIB
Pemilik gudang yang dijadikan tempat penimbunan dan pengoplosan Gas Elpiji bernama Sukojin dikawal polisi ke sel tahanan Polresta Denpasar. Saat ini dia menjalani sidang di PN Denpasar.
Pemilik gudang yang dijadikan tempat penimbunan dan pengoplosan Gas Elpiji bernama Sukojin dikawal polisi ke sel tahanan Polresta Denpasar. Saat ini dia menjalani sidang di PN Denpasar.

radarbuleleng.id - Pemilik gudang yang dijadikan tempat penimbunan dan pengoplosan Gas Elpiji bernama Sukojin resmi jadi tersangka.

Lelaki usia 50 tahun asal Banyuwangi, Jatim, ini sejatinya telah dijebloskan ke Tahanan Reskrim Polresta Denpasar, Sabtu lalu (15/6).

Yang memilukan, dari 18 orang pekerja di gudang gas milik Sukojin itu, 15 orang tewas dengan luka bakar serius.

Korban meninggal dunia kembali bertambah dari kejadian kebakaran gudang LPG di Jalan Cargo Taman 1 dan Taman 2, Banjar Uma Sari, Desa Ubung Kaja, Denpasar Utara pada Minggu lalu (9/6).

Direktur Medik dan Keperawatan RSUP Prof Ngoerah, dr. Affan Priyambodo P.SpBS (k) mengatakan, dari total 17 pasien yang dirawat, 15 di antaranya dinyatakan meninggal dunia.

"Tambahan tiga pasien meninggal dunia dalam dua hari terakhir, tanggal 17 Juni dua orang dan 18 Juni satu orang," ungkapnya, Selasa (18/6).

Korban yang meninggal Dicky Panca Ramadhani, 19, dengan luas luka bakar 63 persen yang dirujuk dari RS Balimed Denpasar. Ia dinyatakan meninggal dunia pada Senin tanggal (17/6) pukul 07.15 WITA.

Di hari yang sama, pasien Mohammad Sofyan, 27, meninggal dengan luas luka bakar 84 persen.Korban meninggal dunia pada pukul 19.58 WITA.

Kemudian Selasa (18/6), pasien bernama Didik Suryanto, 49, dengan luas luka bakar 84 persen dinyatakan meninggal dunia pukul 04.27 WITA.

"Pasien yang dirawat saat ini dua pasien. Keduanya dalam perawatan intensif dengan alat bantu napas di unit luka bakar dan masih dalam keadaan kritis," ujarnya.

Dua pasien tersebut adalah Ahmad Tamyis Mujaki, 25, yang dirujuk dari RS Mangusada dengan luas luka bakar mencapai 72 persen. Pasien kedua, Suherminadi, 47, dengan luas luka bakar 30 persen dan rujukan dari RS Mangusada.

"Dua pasien yang saat ini masih dirawat. Kami akan lakukan perawatan optimal dan maksimal dengan harapan perbaikan dan dapat melewati fase akut dengan baik," sambungnya.

Sekadar diketahui, Sukojin ditetapkan sebagai tersangka dalam peristiwa kebakaran yang mengakibatkan 18 orang karyawannya menderita luka bakar.

Berikut ini identitas para koban yang tewas akibat ledakan mengerikan di gudang gas milik Sukojin di Jalan Cargo Permai Taman I Nomor 89, kawasan Banjar Uma Sari, Desa Ubung Kaja, Kecamatan Denpasar Utara.

Korban tewas dari meledaknya gudang gas yakni, Muqhis Bayudi, 29; Katiran; Petrus Jewarut alias Ernus, 31;Robiaprianus Amput, 23; Yudis Aldyanto, 33;

Purwanto, 43; Yoga Wahyu Pratama, 24; Yollandy Zulyanto, 25; Eko Budi Santoso, 37; M Umar Efendi, 33; Edy Herwanto, 43; Danu Sembara, 36; Wiri Suhardi, 35; Didik Suryanto, 49; Mohamad Sofyan, 27; Muqhis Bayudi, 29; dan Dicky Panca Ramadhani, 19.

Seperti diketahui, tersangka Sukojin tidak punya izin sebagai pengecer, agen, maupun distributor gas elpiji dari Pertamina.

Saat diperiksa, Sukojin mengaku beroperasi sejak 2021 mulai menampung tabung gas elpiji berbagai ukuran. 

Tabung gas ukuran 5 Kg, 12 Kg dan 50 Kg diambil dari agen resmi. Sementara gas ukuran 3 Kg diambil dari pangkalan.***

Editor : Donny Tabelak
#gas subsidi #gudang gas elpiji #lpg #Oplos gas #gudang meledak #rsup prof ngoerah #Sukojin