DENPASAR, radarbuleleng.id- Kasus Prostitusi sesama jenis hingga biseksual di Istana Pink Kerobokan Bali, Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Bali telah menahan empat orang.
Mereka merupakan staf di bangunan mewah serba pink yang diketahui sebagai tempat prostitusi berkedok SPA, terletak di Jalan Mertasari, Kerobokan Kelod, Kabupaten Badung. Penyidik juga akan memanggil sang owner.
Informasi yang dihimpun, setelah Polda Bali bongkar praktik prostitusi sesama jenis baik pria maupun wanita hingga biseksual di lokasi dijuluki Istana Pink, empat orang diamankan dan ditahan, Minggu (15/9).
"Ya, pemeriksaan sementara, para staf Pink Palace Spa berkedok prostitusi ini akui pelanggan Warga Negara Asing (WNA)," bener sumber petugas, Minggu kemarin (15/9).
Dikatakan, pada plank atau papan nama, sudah tertera dengan jelas Pink Palace Sensual SPA and Relaxation Centre, Happy Coq dan Happy Life.
Mereka melayani tamu sesuai kesepakatan, namun ada standar layanan yang ditawarkan oleh manajemennya. Ada beberapa layanan yang ditawarkan dengan harga yang berbeda.
"Ya, tergantung jenis layanan apa yang dipilih pelanggannya," ungkap sumber petugas sembari meminta namanya dirahasiakan.
Karena memiliki jenis layanan, sehingga harganya bervariasi dan lumayan mahal.
Beberapa layanan itu adalah Butterfly, terapis hanya menggunakan pakaian dalam saja dalam melayani tamunya.
Ada paket lulur ditambah layanan blowjob dan istimewa yakni plus-plus atau Full Service.
"Harga lumayan mahal. Kami sudah memanggil ownernya," pungkas sumber ini.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Bali, Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan membenarkan bahwa pihaknya telah melakukan penggerebekan di tempat tersebut beberapa hari lalu.
Kini penyidik sementara melakukan pendalaman. “Ya benar, prosesnya sedang berjalan. Masih kami dalami," pungkasnya.***
Editor : Donny Tabelak