SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Kondisi keuangan dalam APBD Bali pada tahun ini mengalami morat-marit.
Dalam APBD Perubahan 2024, keuangan Bali diperkirakan defisit hingga Rp 929 miliar. Melonjak nyaris tiga kali lipat dari prediksi awal sebanyak Rp 366 miliar.
Dalam rancangan APBD 2025, kondisi keuangan Bali masih akan mengalami defisit. Diperkirakan APBD Bali akan defisit sebanyak Rp 691 miliar.
Calon Wakil Gubernur Bali, Nyoman Giri Prasta pun angkat bicara terkait dengan kondisi defisit anggaran tersebut.
Menurut Giri Prasta, ia sudah punya rencana untuk menangani defisit anggaran tersebut. Rencana itu akan ia realisasikan bila terpilih pada Pilkada Bali 2024.
Menurut Giri, Bali tidak bisa mengandalkan Dana Alokasi Umum (DAU) dari pemerintah pusat. Melainkan harus mengupayakan pendapatan sendiri.
Pendapatan yang ia maksud adalah pemasukan dari pajak serta retribusi wisatawan asing alias Bali Tourist Levy.
“Retribusi wisatawan yang datang ke Bali, dengan sumbangan Rp 150 ribu itu, (pendapatan) kita lihat di atas Rp 1 triliun lebih. Ada juga pendapatan yg lain lain yang sah,” kata Giri, saat melakukan kampanye di Gedung Wanita Laksmi Graha, Buleleng, Kamis (3/10/2024).
Bukan itu saja, Giri Prasta juga menyebut Pemkab Badung akan memberikan back up penuh terhadap kondisi defisit anggaran di Bali.
“Kami dari Badung akan back up penuh untuk Bali. Kami akan tunjukan ke seluruh kabupaten kota yang ada di Bali,” demikian Giri. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya