radarbuleleng.id- Bank BPD Bali menghimbau masyarakat untuk waspada terhadap penipuan modus phising berkedok hadiah maupun mengirim tautan atau link.
Data yang menjadi sasaran phising adalah data pribadi berupa nama, usia, alamat.
Selain itu para pelaku juga biasanya ingin mengambil alih username dan password media sosial, hingga data finansial seperti kartu kredit dan rekening.
Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan Bank BPD Bali, Ida Bagus Gede Ary Wijaya Guntur meminta masyarakat maupun nasabah Bank BPD Bali untuk selalu berhati-hati.
Dia juga menghimbau nasabah dan masyarakat agar tak mudah percaya pada informasi yang didapatkan dari sumber yang tidak jelas.
”Apalagi jika diarahkan untuk mengisi data pribadi melalui link yang diberikan oleh pihak yang tidak dikenal," katanya Rabu (6/11).
Lanjut dia, bahwa saat ini Bank BPD Bali tidak menyelenggarakan “gebyar akhir tahun”.
Sehingga jika ada akun media sosial yang membuat undian berhadiah atau menawarkan promo akhir tahun yang meggiurkan, masyarakat diminta untuk tak mudah percaya.
Nasabah maupun masyarakat agar selalu memastikan bahwa informasi yang didapat berasal dari sumber atau kanal informasi resmi Bank BPD Bali seperti website resmi www.bpdbali.co.id.
Lalu informasi resmi juga bisa didapatkan dari media sosial resmi yang verified Instagram @bankbpdbali, Facebook PT Bank Pembangunan Daerah Bali, YouTube @bankbpdbali, email bpdbalicare@bpdbali.co.id, live chat www.bpdbali.co.id, call center resmi Bank BPD Bali, 1500 844.
”Jaga kerahasiaan data pribadi dan data perbankan kepada orang lain atau pihak yang mengatasnamakan Bank BPD Bali, termasuk tidak memberikan informasi data pribadi maupun data perbankan seperti nomor rekening, nomor kartu, PIN, user, password, OTP, dan lainnya. Bank BPD Bali tidak pernah meminta nasabah mendaftarkan diri untuk mengikuti undian berhadiah," tandasnya.***
Editor : Donny Tabelak