SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI, Maruarar Sirait mengusulkan pembangunan perumahan khusus seniman di Bali.
Ide itu mencuat, gara-gara masyarakat semakin sulit mengakses perumahan yang murah dan layak. Utamanya di kawasan ibukota provinsi.
Harga lahan untuk rumah tapak nyaris tidak terbeli. Karena lahan dijual mahal untuk pemenuhan akomodasi pariwisata.
Sementara rumah susun (rusun) belum menjadi pilihan. Sebab hingga kini tidak ada pengembang perumahan yang membangun rusun.
Saat ini rusun hanya menjadi pilihan bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI, dan personel Polri yang tinggal di ibukota.
Menteri PKP, Maruarar Sirait menyadari bahwa masyarakat Bali semakin sulit memiliki rumah. Terutama di ibukota.
“Makanya saya minta usulan konkret. Sampaikan lewat surat. Pak Gubernur silahkan rapat dengan bupati. Sampaikan ke Jakarta. Kita ada kok program untuk masyarakat berpenghasilan rendah,” ujar Maruarar Sirait saat melakukan kunjungan ke Buleleng pada Selasa (28/1/2025).
Ia mengatakan, tiap provinsi memiliki kultur yang berbeda. Sehingga harga perumahan juga berbeda-beda pula.
Menteri PKP Maruarar Sirait juga menyebut Bali punya kultur yang luar biasa. Termasuk dalam arsitektur perumahan. Dia berharap kultur itu dipertahankan.
Dia juga mengklaim sudah berbicara dengan pengurus Real Estate Indonesia (REI) Bali, untuk perumahan bagi seniman.
“Saya cek belum ada (perumahan seniman). Kenapa kita nggak buat untuk itu. Saya rasa harus ada program yang pro pada seniman. Karena budaya itu dihidupkan oleh seniman,” ujarnya. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya