Radarbuleleng.jawapos.com- Politikus partai PDI Perjuangan, I Nyoman Parta turut geram dengan perubahan nama Pantai Serangan, Denpasar Selatan, menjadi Pantai Kura-Kura Bali.
Melalui media sosial instagramnya pada Selasa (28/1) kemarin, anggota DPR RI ini pun mengomentari klarifikasi Ari Humas PT BTID.
”Ketika yang bersangkutan menyatakan bahwa perubahan nama Pantai Serangan menjadi Pantai Kura-Kura Bali itu semata-mata karena ada persoalan World Water Forum (2024), yaitu untuk mempermudah datangnya delegasi ke kura Kura Bali," katanya di detik awal video berdurasi kurang dari 1 menit tersebut.
Menurut dia, jika diklik pada google map, nama Kura-Kura Bali sudah muncul dengan mudah.
Sehingga perubahan nama untuk mempermuda para delegasi pada acara WWF itu tak perlu dilakukan lagi.
”Padahal kalau kita klik di google map, nama kura-kura Bali sudah langsung muncul. Jadi, sebenarnya tidak perlu merubah nama pantai serangan menjadi pantai Kura-kura Bali, kecuali karena ada niat yang terselubung di dalam perubahan nama itu," tambahnya.
Pada caption video itu, Nyoman Parta mengajak semua pihak untuk bersama-sama meneriakan kembali nama pantai Serangan agar diubah kembali.
Bukan tanpa alasan, menurutnya, nama tempat dan pantai di Bali sebagian besar mengisahkan perjalanan suci para leluhur.
”Nama tempat termasuk Pantai di Bali bukan sekadar ejaan huruf, tapi banyak karena ada perjalanan orang suci leluhur Bali, ada cerita tentang kepahlawanan masyarakat lokal, terkadang juga ada tentang legenda dan mitos. Jadi tidak boleh seenak udel diubah," pungkasnya.***
Editor : Donny Tabelak