RadarBuleleng.id - Pembangunan Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi di Bali dipastikan mangkrak lebih lama. Padahal sejak 2022 lalu sudah dilakukan peletakan batu pertama.
Penundaan pembangunan jalan tol dipastikan tertunda, karena pemerintah membatalkan lelang pengadaan jalan tol.
Hal itu terungkap lewat pengumuman penundaan nomor 01/BPJT/GLMW/2025 yang diterbitkan oleh Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT).
Pengumuman itu ditandatangani Ketua Panitia Pelelangan Pengusahaan Jalan Tol, Sonny Sulaksono Wibowo pada Selasa (4/2/2025).
Dalam pengumuman disebutkan bahwa pelelangan pengusahaan jalan Tol Gilimanuk-Mengwi bahwa ditunda sampai dengan pemberitahuan selanjutnya. Jadwal pendaftaran dan pemasukan dokumen prakualifikasi akan diumumkan kemudian.
Staf Humas Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Tol Gilimanuk, I Ketut Kariasa membenarkan penundaan tersebut. Namun, pihaknya mengaku tidak mengetahui alasan penundaannya.
”Oh ya ditunda. Itu ranahnya di DJPI (Ditjen Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PU),” ungkapnya.
Lebih lanjut Kariasa mengatakan, saat ini pemerintah masih mengupayakan proses ganti rugi lahan. ”Astungkara, bertahap sudah (ganti rugi lahan,red),” tegasnya.
Kariasa berharap secepatnya ada investor yang berminat. Sehingga proses pembangunan jalan tol bisa dilakukan.
”Mudah-mudahan segera ada investor yang berminat,” katanya.
Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Bali, Nyoman Suyasa berharap rencana mega proyek yang berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi masyarakat tidak ditunda.
Terlebih juga sistem pembiayaan Tol Gilimanuk-Mengwi mengandalkan pihak swasta bukan APBN.
”Jadi skema awalnya tidak dengan APBN. Skema dari investor. Jadi skema proyek berubah murni swasta atau swasta dengan APBN,” ucapnya.
Menurut Suyasa, jangan sampai pembangunan infrastruktur untuk peningkatan ekonomi masyarakat dipangkas karena ada efisiensi anggaran.
”Peningkatan sumber daya manusia (SDM) dan infrastruktur yang memang produktif perlu diberikan lebih lanjut memengaruhi kemajuan tingkat ekonomi,” imbuhnya. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya