Kepergok Buang Sampah Sembarangan di Samping Gereja, Pria Gondrong Ini Bonyok Dikeroyok Puluhan Orang
Andre Sulla• Jumat, 21 Maret 2025 | 14:33 WIB
Muhammad Reza Pratama, 33, dalam kondisi bonyok. Dia dikeroyok gegara buang sempah sembarangan.
DENPASAR, Radarbuleleng.jawapos.com- Apes dialami Muhammad Reza Pratama, 33. Pria berambut gondrong asal Sulsel ini dikeroyok oleh puluhan orang hingga babak belur, Sabtu malam 15 Maret 2025 lalu.
Peristiwa nahas yang dialami Muhammad Reza Pratama hanya gara-gara kepergok buang sampah sembarangan.
Reza Pratama pun menceritakan peristiwa pengeroyokan yang dialaminya berlangsung di dua tempat.
Pertama, kejadiannya di samping Gereja Mawar Sharon (GMS), Jalan Buana Kubu, Padangsambian, Denpasar Barat.
Kejadian yangkedua, kata, Muhammad Reza Pratama berlangsung di Balai Banjar Buana Kubu. "Saya dipukul, diseret, hingga diolok-olok," bebernya, Rabu lalu (19/3).
Lelaki asal Kecamatan Masamba, Kabupaten Luwu Utara, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) ini menceritakan, pada saat itu dia buang sampah di samping Gereja Mawar Sharon.
Tiba-tiba datang sekitar 10 orang langsung menanyakan mengapa buang sampah di sana dan melakukan pemukulan secara beramai-ramai.
Tak hanya ditinju dan ditendang, baju dan celananya juga dilepas paksa hingga tersisa celana dalam.
"Saya tidak melawan. Saya memohon maaf dan minta jangan pukul. Saya juga bilang siap bayar denda karena buang sampah sembarangan," turur Reza.
Namun orang-orang itu tetap memukulnya. Tak puas menganiaya korban di pinggir jalan itu, para pelaku menyeretnya.
Dia paksa ke Balai Banjar Buana Kubu yang sedang banyak orang kerja ogoh-ogoh. Di balai banjar itu ia justru mendapatkan penganiayaan bertambah oleh banyak orang.
"Di balai banjar mungkin puluhan orang. Saat itu saya hanya berpikir, mereka bertindak seenaknya. Bahkan ada yang mau mencukur rambut saya," tambahnya.
Ada pula yang olok-olok dengan mengatakan jangan bawa Tuhan. Usai dianiaya ia dilepas, Minggu 17 Maret 2025 sekitar pukul 01.00 Wita.
Tetapi motor dan KTP miliknya ditahan karena tak sanggup bayar denda Rp 5 juta.
Setelah dilepas, dia langsung pergi ke RS Bhayangkara Trijata Polda Bali untuk berobat. Kemudian ia melaporkan ke Polresta Denpasar, Minggu 17 Maret 2025 sekitar pukul 20.00 Wita.
Reza Pratama mengaku dirinya datang merantau ke Bali karena baginya tanah Bali dan orang Bali adalah orang yang ramah.
Namun anggapannya itu semua seketika berubah menjadi Bali tidak baik, karena dikeroyok, pemuka atau tokoh setempat justru biarkan.
Namun mereka acuh tak acuh. Seolah-olah tindakan brutal itu dibenarkan oleh mereka. Dia berharap pihak kepolisian tidak mengabaikan kasus ini agar tidak dibenarkan oleh masyarakat lainnya.
"Motor dan KTP saya ditahan karena tidak bayar denda Rp 5 juta sesuai aturan adat setempat," tuturnya.
Sementara Kasi Humas Polresta Denpasar AKP I Ketut Sukadi mengatakan laporan tersebut sedang ditangani Satreskrim.
"Saya belum dapat detail kronologis kasusnya. Pastinya semua laporan dari masyarakat yang kita terima pasti ditindaklanjuti," pungkasnya.***