SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Sebanyak dua orang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Buleleng, berhasil dipulangkan ke tanah air.
Kedua orang TKI atau yang kini disebut pekerja migran itu, sempat disekap di Myanmar. Mereka dipaksa bekerja sebagai admin di perusahaan judol alias judi online.
Mereka berdua adalah Kadek Agus Ariawan asal Kelurahan Liligundi, dan Gede Sunarya asal Desa Jinengdalem.
Keduanya diduga kuat menjadi korban perdagangan manusia alias human trafficking sebelum akhirnya disekap di Myanmar.
Plt. Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Buleleng, Made Juartawan membenarkan jika keduanya berhasil dipulangkan.
Menurut Juartawan, proses pemulangan itu merupakan kerjasama berbagai sektor dari pemerintahan Indonesia.
“Kami dapat informasi beberapa hari yang lalu dari Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Bali, kalau ada dua orang warga Buleleng yang berhasil dipulangkan,” kata Juartawan.
Juartawan menjelaskan, kedua orang pekerja migran itu menjalani proses repatriasi atau pemulangan ke tanah air, bersama dengan ratusan orang pekerja migran lain dari seantero tanah air.
Lebih lanjut dijelaskan, hasil asesmen dari pemerintah pusat dan Mabes Polri, para pekerja migran asal Buleleng dalam kondisi sehat.
“Astungkara mereka sehat. Jadi tidak sampai menjadi korban perdagangan organ, seperti isu yang beredar,” tegasnya.
Asal tahu saja, kedua pekerja migran itu diduga kuat menjadi korban human trafficking. Pada tahun 2024 lalu, mereka dijanjikan bekerja keluar negeri.
Tadinya mereka dijanjikan bekerja di Thailand, khususnya lewat sektor pariwisata. Namun mereka diberangkatkan dengan visa liburan.
Saat sampai di Thailand, mereka kemudian digiring ke sebuah kawasan yang jauh dari ibukota Thailand. Ternyata mereka dibawa ke Myanmar.
Di sana mereka disekap di kawasan konflik yang dikuasai oleh pihak bersenjata. Mereka kemudian disekap dan dipaksa menjadi admin judol. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya