AMLAPURA, Radarbuleleng.jawapos.com- Hujan disertai angin kencang yang terjadi di Karangasem mengakibatkan bangunan pelinggih meru tumpang solas (sebelas), Tajuk, Gedong dan Bale Gong yang ada di Pura Puseh milik Desa Adat Muntigunung, Desa Tianyar Barat, Kecamatan Kubu, roboh.
Kejadian tersebut terjadi pada Rabu lalu (19/3) lalu.
Perbekel Desa Tianyar Barat, I Ketut Karya mengatakan, kejadian tersebut terjadi akibat cuaca buruk yang terjadi di wilayah tersebut.
Awalnya yang roboh hanya bangunan pelinggih tumpang solas, namun selang beberapa jam, disusul oleh bangunan Pelinggih Tajuk dan Gedong yang roboh akibat diterjang angin kencang.
”Malam harinya disusul kembali oleh bangunan Bale Gong yang ikut roboh akibat angin kencang,” kata Karya dihubungi Kamis (20/3) kemarin.
Karya menuturkan, seluruh bangunan pelinggih yang ada di Pura Puseh Desa Adat Muntigunung baru saja selesai dibangun dengan biaya yang cukup besar.
Akibat musibah itu, kerugian diperkirakan mencapai Rp 800 juta rupiah.
”Dalam waktu dekat, seluruh pengempon Pura akan menggelar paruman. Tentunya akan melakukan pembangunan ulang,” ungkapnya.
Diberitakan sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karangasem mencatat 33 bencana seperti pohon tumbang, tiang listrik roboh, hingga atap rumah tertiup angin karena hujan deras yang disertai angin kencang sejak Rabu (19/3) hingga Kamis kemarin.
Bencana tersebut juga merenggut nyawa pegawai kontrak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Karangasem, I Nengah Suari akibat tertimpa tiang listrik.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Karangasem Ida Bagus Ketut Arimbawa mengatakan bahwa bencana alam yang terjadi di hampir seluruh wilayah di Karangasem didominasi oleh pohon tumbang.
Pohon tumbang tersebut ada yang menimpa rumah warga, jalan, hingga fasilitas umum lainnya.**
Editor : Donny Tabelak